Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Kelangkaan Solar di Mimika Memburuk, Antrean Truk Mengular hingga Puskesmas SP 2

Wahyu Welerubun • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:47 WIB
 Truk yang terlihat mengantri hingga di depan Puskesmas SP 2, Mimika, Papua Tengah, Rabu (3/6/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Truk yang terlihat mengantri hingga di depan Puskesmas SP 2, Mimika, Papua Tengah, Rabu (3/6/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Antrean panjang kendaraan dilaporkan kembali melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (3/6/2026) pagi. 

Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan salah satu titik kemacetan terparah berada di SPBU SP 2. Ratusan truk logistik dan angkutan barang terpaksa mengantre hingga ratusan meter, ekor antrean bahkan mencapai area depan Puskesmas SP 2. 

Kondisi ini mulai mengganggu akses fasilitas publik dan memicu keluhan dari para pengguna jalan.

Demi mendapatkan pasokan solar, para pengemudi truk mengaku harus mengorbankan waktu kerja mereka untuk mengantre sejak dini hari.

"Sa sudah parkir dari jam 2 lewat tadi malam. Karena sudah tau pasti banyak yang antri untuk isi solar toh," jelas Anto, seorang sopir truk yang ditemui di lokasi, Rabu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai pemicu utama terjadinya lonjakan antrean maupun masalah distribusi solar di wilayah Mimika. 

Para pengemudi menyatakan belum mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan tersebut serta informasi mengenai kepastian pasokan. 

Kendati demikian, mereka memilih tetap bertahan di jalur antrean agar tetap dapat beroperasi.

Guna mencari kejelasan terkait situasi ini, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada PT Pertamina Patra Niaga Rayon Papua Tengah sebagai otoritas penyalur BBM di wilayah tersebut. 

Namun, pihak Pertamina belum memberikan respons resmi terkait penyebab hambatan pasokan maupun langkah mitigasi yang akan diambil.

Kelangkaan BBM di wilayah hilir Papua Tengah kerap menjadi sorotan karena berdampak langsung pada biaya logistik dan harga barang pokok di kawasan pedalaman.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#mimika #Ceposonline.com #puskesmas