CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman membeberkan kronologi yang menjadi penyebab tewasnya seorang pria yang ditemukan tergeletak di kolom truk di Irigasi Ujung pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu.
AKBP Billy menjelaskan bahwa saat itu truk tronton yang dikemudikan korban berinsial MA (36) itu sedang diam terparkir dan dalam kondisi mati.
Namun, saat itu transmisi berada pada posisi gigi 2 dan bukan dalam kondisi netral, begitu juga dengan rem tangan.
Korban tiba-tiba menghidupkan kendaraannya dan dalam sekejap kendaraan tersebut bergerak secara tiba-tiba menghantam kendaraan lain yang terparkir di depan dan menyenggol dump truk yang berada di sisi kanan.
“Jadi ini murni laka (kecelakaan-red) kerja,” ujar Kapolres, Selasa (19/5/2026).
Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi yang melihat korban sudah tergeletak di bawah kendaraannya.
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga sudah dilakukan termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah rekan kerja korban sebagai saksi.
Untuk kendaran telah diamankan oleh Sat Lantas Polres Mimika guna dilakukan proses lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kepolisian Resort Mimika melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) melakukan penyelidikan terkait kematian seorang pria berinisial MA yang ditemukan di bawah sebuah truk di Jalan Hassanudin, Irigasi, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, pada Selasa pagi 12 Mei 2026.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Ibnu Rudihartono, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban.
Menurutnya, tidak adanya saksi mata yang melihat langsung kejadian di lapangan membuat polisi kesulitan untuk mengungkap fakta di balik kematian korban.
Namun demikian, kepolisian telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut dan langsung melakukan langkah penyelidikan awal, termasuk olah Tempat Kejaian Perkara (TKP) serta visum jenazah.
“Korban sudah berada di rumah sakit, (RSUD Mimika) dan kami sudah arahkan untuk membuat laporan. Laporan tersebut juga sudah kami terima,” ujar AKP Ibnu saat dikonfirmasi, Rabu 13 Mei 2026.
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, korban ditemukan di bawah sebuah truk yang berada di lokasi kejadian.
Mengenai misteri kematian korban, Ibnu belum dapat membeberkan apakah korban meninggal akibat kecelakan lalu lintas atau ada unsur tindak pidana lainnya.
Menurut hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka pada bagian pelipis kanan korban.
Namun demikian, Ibnu menegaskan jika luka tersebut tak dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan medis keluar.
“Secara fisik memang ada luka di pelipis kanan yang robek, tetapi kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya. Semua masih menunggu hasil visum,” imbuhnya.
(*)