CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Wajah kusam kawasan Pasar Lama di Jalan Yos Sudarso, Timika, bakal segera bersalin rupa. Pemerintah Kabupaten Mimika kini tengah memacu proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ambisius untuk mengubah titik-titik kumuh menjadi paru-paru kota sekaligus ruang publik yang lebih manusiawi.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pemanis di atas kertas. Pemerintah daerah memastikan tahapan perencanaan telah bergulir tahun ini.
Johannes menambahkan, langkah awal berupa peninjauan lapangan dan identifikasi lahan pun sudah dilakukan secara maraton.
“Kami sudah melihat langsung dan membahas soal tanahnya. Memang untuk lokasi spesifik (selain Pasar Lama) belum kami sampaikan ke publik, nanti setelah prosesnya lebih jelas baru akan diumumkan," ujar Rettob kepada wartawan di Timika, Kamis, 23 April 2026.
Johannes juga menyadari, walaupun terkesan ambisius, proyek ini menghadapi tantangan klasik—yaitu status kepemilikan lahan.
Sebagian besar area yang dibidik untuk jalur hijau tersebut ternyata bukan merupakan aset pemerintah daerah, melainkan milik masyarakat dan pemegang hak ulayat.
Johannes pun mengakui hal itu, namun ia menolak pesimistis. Menurutnya, pendekatan persuasif kepada pemilik lahan bersertifikat maupun masyarakat adat sedang disiapkan.
“Saya pikir tidak terlalu sulit, karena semuanya bisa dibicarakan dengan baik. Tahun ini sudah masuk tahap perencanaan,” katanya.
Untuk sementara, titik krusial yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah adalah wajah kawasan Eks Pasar Swadaya (Pasar Lama). Wilayah ini sudah lama menjadi sorotan karena kesemrawutan aktivitas pedagang.
Sebelum alat berat masuk untuk menanam pohon dan membangun fasilitas publik, Pemerintah Kabupaten Mimika akan melakukan penertiban terlebih dahulu.
Rencana ini dipastikan akan berdampak pada para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di sana.
Johannes menegaskan, pemerintah daerah tengah menunggu momentum penertiban yang tepat sebelum menyulap area tersebut menjadi kawasan hijau yang representatif.
Targetnya pun jelas. Khusus untuk area lapangan di Pasar Lama, konstruksi fisik diproyeksikan mulai digarap pada tahun ini.
Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan mampu mendongkrak estetika Timika sekaligus menyediakan ruang interaksi sosial yang selama ini minim di pusat kota. (*)