Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Advokat Ini Minta Isu Liar Harga Emas di Mimika Dihentikan

Wahyu Welerubun • 2026-02-28 21:59:21

Aksi blokade jalan di pertigan PIN Seluler pada Sabtu malam (28/2/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Aksi blokade jalan di pertigan PIN Seluler pada Sabtu malam (28/2/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Advokat dan Praktisi Hukum, Simon Viktor Rahanjaan meminta para pembeli emas dan pihak terkait untuk menghentikan penyebaran isu liar yang merugikan para pendulang tradisional di Kabupaten Mimika. 

 

Hal ini menyusul adanya gejolak akibat ketidakstabilan harga dan isu kekosongan kas (uang habis) di tingkat pembeli.

 

Simon mengungkapkan bahwa gangguan kamtibmas yang sempat terjadi yakni aksi bakar ban dan blokade jalan pada Sabtu (28/2/2026) malam diduga dipicu oleh permainan bisnis oknum pembeli emas yang sengaja melempar isu negatif untuk menekan harga emas di pasaran lokal.

 

Menurutnya, isu mengenai ketidakamanan atau kekosongan dana sering kali sengaja diembuskan agar para pendulang panik dan harga emas turun secara drastis.

 

"Ini kebiasaan buruk teman-teman pembeli emas ini, sengaja untuk menurunkan harga emas, dia harus tutup-tutup dulu, pendulang korban, jadi kacau, barulah harga emas itu bisa turun. Kalau enggak seperti itu harga emas tidak akan turun, harga akan stabil terus," ujarnya saat ditemui awak media pada Sabtu malam.

 

Ia menegaskan bahwa pendulang tradisional adalah salah satu pilar ekonomi terbesar di Mimika dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah yang melibatkan sekitar 8.000 hingga 10.000 orang.

 

Terkait situasi yang sempat memanas, Simon mengaku telah telah berkoordinasi dengan para pendulang untuk membubarkan diri secara tertib guna menjaga kondusivitas wilayah Mimika. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan bersama Kapolres Mimika sesuai arahan Kapolda Papua Tengah.

 

"Malam ini juga saya akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dalam hal ini Pak Kapolres yang sudah diperintahkan oleh Pak Kapolda (Papua Tengah-red) untuk menjembatani koordinasi untuk mencari investor," jelas Simon.

 

"Kalau memang malam ini kita dapat investor maka besok itu kita akomodir asil pendulangan teman-teman (Pendulang) yang belum terjual. Begitu kira-kira imbauan dari Pak Kapolres," imbuhnya.

 

Simon menekankan bahwa gejolak ini murni didasari oleh persoalan ekonomi masyarakat yang tidak bisa ditawar. Ia berharap kejadian serupa tahun 2018 tidak terulang kembali dan tidak ada pihak ketiga yang menunggangi isu ini untuk mengganggu keamanan Mimika.

 

Sementara itu, atas koordinasi kepolisian, akses jalan yang sempat dipalang pun dibuka. Namun, untuk memastikan kondusifitas keamanan, polisi masih bersiaga di sekitaran lokasi. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#harga emas #blokade jalan #mimika #pendulang