Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Pendulang Blokade Pertigaan PIN Seluler Timika, Ini Penyebabnya

Wahyu Welerubun • 2026-02-28 21:57:24

Tampak api yang sedang melahap sebuah ban di pertigaan Pin Seluler, batas Jalan Ahmad Yani - Jalan Leo Mamiri Timika, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (28/2/2026).
Tampak api yang sedang melahap sebuah ban di pertigaan Pin Seluler, batas Jalan Ahmad Yani - Jalan Leo Mamiri Timika, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (28/2/2026).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Aksi blokade jalan kembali terjadi di Mimika, Papua Tengah tepatnya di pertigaan PIN Seluler yang menjadi pembatas antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan Leo Mamiri Sabtu (28/2/2026).

Blokade jalan ini dilakukan oleh sekelompok pendulang yang resah terhadap toko emas yang tutup dengan alasan kehabisan dana untuk membeli emas.

Menurut keterangan warga di lokasi, jalan mulai dipalang sekitar pukul 19.20 WIT. Aksi palang jalan ini pun menyebabkan arus lalu lintas terputus.

Kendaraan yang hendak melintas menuju ke Jalan Leo Mamiri terpaksa belok kanan ke arah Jalan Bhayangkara.

Pantauan media ini, di lokasi tepatnya di pertigaan, massa membakar ban serta menutup akses jalan menggunakan batu dan kayu.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat ditemui mengatakan bahwa aksi ini diduga terjadi karena toko emas yang tutup lantaran kehabisan dana untuk membeli emas.

“Jadi informasi yang kami dapat itu dari pembeli emas kehabisan dana untuk membeli emas dari para pendulang,” kata Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa saat ini aparat kepolisian masih terus melakukan pendekatan dan negosiasi dengan para pendulang agar palang dibuka.

“Kita juga tetap mensiagakan anggota apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sampai berita ini dikirim, palang telah dibuka namun polisi masih terus berada di lokasi untuk bernegosiasi dengan massa guna mencari titik temu terhadap persoalan tersebut. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#blokade jalan #mimika #pendulang