CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengungkapkan bahwa layanan air bersih di Kota Timika kerap mengalami gangguan akibat maraknya aksi pencurian pipa dan meteran air oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Yoga menjelaskan bahwa motif utama pencurian ini adalah mengincar komponen logam pada meteran air untuk dijual kembali.
“Banyak pipa yang dipotong dan meterannya rusak. Meteran itu kan ada bahan kuningnya, itu diambil untuk dijual,” kata Yoga saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (28/2/2026).
Yoga menilai bahwa aksi vandalisme ini berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan.
Akibat pipa yang dipotong, tekanan pada saluran distribusi menurun drastis sehingga air tidak sampai ke pelanggan secara maksimal. Selain itu, kebocoran tersebut memicu pemborosan air di bak penampungan.
“Hal ini yang membuat udara mengalir terus dan bak penampungan cepat kering, pas dicek ternyata ada bocor, diperbaiki rusak lagi, begitu terus. Titik-titik yang sering alami kerusakan itu di SP 2 dan Koperapoka,” jelasnya.
Pihak Dinas PUPR mengaku mendeteksi kerusakan tersebut setelah adanya laporan gangguan distribusi yang berulang di titik yang sama secara tidak wajar.
Menyikapi masalah ini, Yoga telah berkoordinasi dengan Polres Mimika. Pihak kepolisian menyarankan agar instansi pengelola segera membuat laporan resmi agar tindakan hukum dapat dilakukan.
“Kita sudah berdiskusikan hal ini dengan teman-teman di Polres. Kalau bisa penadahnya juga diambil, karena kalau tidak ada penadah kan tidak mungkin mereka mau menjual barang ini,” tegas Yoga.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, saat dihubungi juga mengaku sangat menyayangkan pengrusakan fasilitas publik tersebut.
Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat distrik hingga RT/RW, untuk bersama-sama menjaga sarana yang telah dibangun pemerintah.
"Pemerintah membangun fasilitas itu untuk kebutuhan masyarakat. Jadi wajib kita jaga. Jangan sampai pemerintah terus-menerus menganggarkan hal yang sama karena barangnya hilang atau rusak. Itu buang-buang anggaran," pungkasnya.(*)
Editor : Weny Firmansyah