CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jeremias Rontini dijadwalkan berkunjung ke Kapiraya untuk memantau langsung situasi konflik yang terjadi di wilayah tersebut.
Sesuai jadwal, Kapolda akan terbang ke Kapiraya pada Jumat 27 Februari 2025, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan antara kelompok masyarakat yang berselisih, yakni masyarakat Suku Mee dan masyarakat Suku Kamoro.
Menurut Kapolda, langkah awal yang telah diambil adalah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menarik seluruh alat berat keluar dari wilayah Kapiraya.
Ia menilai kehadiran alat berat itu menjadi pemicu utama munculnya konflik di tengah masyarakat. Sebab, menurutnya jauh sebelum kehadiran alat berat masyarakat hidup berdampingan.
“Sebelum alat (berat) itu masuk, masyarakat di sana hidup berdampingan dan melakukan aktivitas pendulangan. Kehadiran alat berat inilah yang memicu konflik menurut kedua pihak,” ujar Kapolda saat ditemui di Mako Polres Mimika, Kamis (26/2/2026).
Penarikan alat berat tersebut dilakukan guna menenangkan situasi sekaligus membuka ruang dialog bagi masyarakat yang berselisih
Setelah alat berat dikeluarkan, aparat bersama pemerintah daerah akan mempertemukan pihak yang bertikai untuk mencari solusi bersama untuk menyelesaikan konflik sosial di Kapiraya.
Kapolda juga mencurigai adanya dugaan aktivitas perusahaan yang beroperasi secara ilegal di lokasi tersebut.
“Ilegal makanya saya perintahkan keluar. Tidak ada izin keluar, kita harus lakukan langkah awal biar masyarakat tenang,” tutur Kapolda
Karena itu, ia memerintahkan agar seluruh aktivitas yang berkaitan dengan alat berat dihentikan sementara sampai ada kejelasan status hukum.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga perdamaian dan kondusivitas di Papua Tengah agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan konflik.
“Mari kita jaga Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah ini tetap kondusif. Kita bangun,” pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa