Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Wanita 46 Tahun Diseret Buaya di Sungai Agimuga

Wahyu Welerubun • 2026-02-26 14:45:43

 

Armada Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika saat bertolak dari Muara Poumako Timika menuju ke lokasi yang dituju guna melakukan pencarian, Kamis (26/2/2026), (Dokumen SAR Timika).
Armada Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika saat bertolak dari Muara Poumako Timika menuju ke lokasi yang dituju guna melakukan pencarian, Kamis (26/2/2026), (Dokumen SAR Timika).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Seorang wanita paruh baya bernama Mariamewa (46) dilaporkan hilang setelah diterkam buaya di aliran Sungai Agimuga, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban sedang beraktivitas di pinggir sungai pada Rabu (25/2/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR, Charles Y. Batlajery, mengonfirmasi bahwa korban merupakan seorang pencari kepiting.

Kejadian bermula sekira pukul 12.00 WIT saat korban bersama anaknya sedang mencuci hasil tangkapan berupa kepiting dan kerang di tepi sungai.

Tiba-tiba seekor buaya menerkam korban dan menyeretnya ke dalam sungai. Anak korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berteriak meminta tolong dan melaporkannya kepada warga sekitar.

"Pihak keluarga dan masyarakat setempat telah berusaha melakukan pencarian namun hingga sampai saat ini korban belum juga ditemukan," ujar Charles dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Kantor SAR Timika yang menerima laporan pada Rabu siang langsung merespons dengan mengerahkan tim penyelamat.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Personel Rescuer SAR Timika, Pol Airud, serta dibantu masyarakat setempat, bertolak dari Muara Poumako menuju lokasi kejadian.

Tim gabungan bertolak dengan menggunakan armada Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK milik Basarnas serta perahu karet 30 PK untuk mendukung berlangsungnya operasi SAR.

Hingga Kamis siang, operasi SAR masih terus berlangsung di sekitar titik koordinat hilangnya korban. Medan yang menantang dan kondisi arus sungai menjadi perhatian utama tim di lapangan.

"Hingga sampai saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban," tutupnya.(*)

Editor : Elfira Halifa
#Papua Tengah #sar #mimika #Ceposonline.com #diseret buaya