Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Pelabuhan Poumako Timika dan Carut Marut TKBM

Wahyu Welerubun • 2026-02-22 07:56:48

Potret udara suasana kedatangan kapal di dermaga Pelabuhan Poumako, Mimika, Papua Tengah. (Dokumen Pelni Timika).
Potret udara suasana kedatangan kapal di dermaga Pelabuhan Poumako, Mimika, Papua Tengah. (Dokumen Pelni Timika).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Carut-marut Pelabuhan Poumako tampaknya tidak hanya terjadi pada regulasi melainkan juga pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang belakangan ini kian meresahkan penumpang. 

 

Pasalnya, saat kedatangan kapal, mereka kerap mengambil tindakan berbahaya dengan memanjat ke atas kapal saat kapal belum sepenuhnya sandar di dermaga. 

 

Lebih parahnya lagi, banyak penumpang yang mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari sejumlah oknum TKBM. 

 

Mereka mengaku TKBM seenaknya melakukan razia terhadap seluruh barang bawaan penumpang saat masih berada di dalam kapal. 

 

Tindakan ini dinilai sangat meresahkan karena oknum-oknum dianggap tidak berhak untuk melakukan tindakan tersebut. 

 

Berkaitan dengan ini, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, IPTU Frits Nanlohy pun menyampaikan pandangannya saat dihubungi melalui sambungan telepon. 

 

IPTU Frits menegaskan bahwa para buruh TKBM di wilayah Pelabuhan Poumako Timika tidak diberi wewenang untuk melakukan razia di atas kapal pada saat kapal sedang berlabuh di dermaga untuk menurunkan penumpang. 

 

“Kewenangan itu ada di pihak keamanan, dalam hal ini TNI Polri dan Satpol-PP. Itu yang punya kewenangan untuk melakukan razia di atas kapal,” kata IPTU Frits, Jumat 20 Februari 2026. 

 

Kapolsek menyebutkan, hal ini akan dikoordinasikan dengan Pelni guna mendapat penertiban terhadap para oknum TKBM yang bandel. 

 

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di wilayah pelabuhan serta di dalam kapal saat tiba di dermaga. 

 

“Apalagi ini barangnya orang dan tanpa koordinasi buruh langsung main sweeping di atas kapal itu bukan kewenangannya dia,” tegas Frits. 

 

“Akan kami panggil mereka punya ketua-ketua buruh, kami akan panggil mereka kami akan memberikan pemahaman agar mereka sampaikan kepada buruh”

 

“Jadi setiap yang akan naik ke kapal harus dengan dia punya pakaian, tidak boleh berpakaian sembarang,” imbuhnya. 

 

Frits juga menegaskan bahwa buruh tak boleh asal naik ke kapal saat kapal belum benar-benar sandar di dermaga. Sebab, hal ini justru akan membahayakan keselamatan buruh itu sendiri. 

 

Polisi juga selalu memberikan teguran kepada para TKBM yang kerap bekerja dalam keadaan dipengaruhi minuman keras. 

 

“Kami akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai hal tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif,” tutupnya. (*).

Editor : Elfira Halifa
#mimika #pelabuhan poumako #TKBM