CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan kunjungan kerja ke Distrik Wania pada Jumat 30 Januari 2026.
Kunjungan ini dalam rangka memantau langsung kondisi di wilayah Distrik Wania yang pada beberapa kawasan tertentu masih ditemukan adanya ketimpangan sosial.
Mulai dari permasalahan infrastruktur seperti akses jalan dan jembatan, sungai yang perlu dinormalisasi, kebersihan lingkungan, hingga air bersih.
Kepala Distrik Wania Merlyn Temorubun, mengatakan dalam kunjungan itu, anggota parlemen dari Kabupaten Mimika ini mendatangi beberapa lokasi.
Lokasi pertama yang ditinjau adalah ruas jalan utama di Kelurahan Wonosari Jaya yang kini dalam kondisi rusak berat, serta salah satu jembatan di kawasan itu.
"Mereka akan mendorong perbaikan infrastruktur seperti jalan di Wonosari Jaya yang sudah hampir amblas, sudah turun sekitar 40 sentimeter lebih, itu akan mereka dorong sehingga ada perbaikan, karena itu jalan yang merupakan akses dari beberapa kampung (di Distrik Wania,red)," kata Merlyn saat ditemui, Sabtu (31/1/2026).
Selanjutnya, Anggota Komisi II DPRK Mimika juga meninjau kondisi Kantor Kelurahan Kaoro Jaya yang kini sudah tidak layak untuk digunakan karena sehingga dibutuhkan pembangunan kantor baru guna menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Kemudian, lokasi berikutnya yang ditinjau adalah Jalan Kasamol. Seperti diketahui, kawasan ini meski terletak di jantung kota namun minim perhatian pemerintah.
Kawasan ini berada di wilayah Kelurahan Pasar Sentral. Mayoritas warganya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dari wilayah dataran tinggi Mimika, yaitu Suku Amungme.
Mereka mestinya mendapatkan hak yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Kendati kenyataan di lapangan berbeda, selama puluhan tahun warga hidup di dalam ketimpangan sosial yang kompleks, minim layanan kesehatan, pendidikan, keterbatasan rumah layak huni, sanitasi yang buruk hingga ketersediaan air bersih yang hampir tidak ada sama sekali.
Bahkan, satu-satunya akses jalan untuk sampai ke kawasan ini pun rusak parah sejak dibangun belasan tahun yang lalu, mengakibatkan aktivitas masyarakat kerap terganggu.
"Jadi yang paling diprioritaskan untuk segera itu yang di Jalan Kasamol, itu juga terkait kemanusiaan," tegas Merlyn.
Kemudian, lokasi keempat yang didatangi adalah Kelurahan Inauga. Yang menjadi persoalan di kawasan ini kata Merlyn adalah tentang perilaku buang sampah sembarangan.
Menurutnya, meski di Kelurahan Inauga telah ada tempat pembuangan sementara (TPS) namun masyarakat masih membuang sampah sembarangan dengan membuat TPS liar di sejumlah titik. Namun beberapa TPS liar kini sudah ditutup.
"Biasanya itu orang sambil lewat lempar saja itu (sampah), padahal sudah dibersihkan pagi-pagi," ujar Merlyn.
Terkait perilaku buang sampah sembarangan ini Pemerintah Distrik Wania berencana akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pemantauan dengan menggunakan drone pada TPS setelah petugas kebersihan mengangkut sampah di pagi hari.
"Jadi setelah petugas kebersihan angkut sampah, drone itu akan memantau siapa saja yang memantau siapas-siapa yang membuang sampah. Jadi walaupun efisiensinya tidak sepanjang hari tetapi setidaknya masyarakat tahu bahwa ada yang memperhatikan," ucapnya.
Melalui pemantauan ini, masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan akan dipotret, dicetak dan dikirim ke rumahnya. Selanjutnya akan diberi teguran dari pemerintah distrik.
Kebijakan ini diambil sambil menunggu Peraturan Daerah (Perda) Sampah yang baru diberlakukan sehingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dapat melakukan penegakkan.
"Jadi ada empat yang dikunjungi, tetapi kita juga ada masukkan beberapa juga sebagai tambahan supaya didorong nanti di perencanaan reguler seperti musrembang di tahun berjalan ini karena dianggap darurat," kata Merlyn.
"Kami harap mereka konsisten mengawal temuan-temuan di lapangan, apalagi yang sifatnya emergecy, seperti halnya masyarakat asli Mimika yang tinggal di jantung kota, merea seharusnya mendapatkan hak yang sama," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRK Mimika, Mariunus Tandiseno, saat dikonfirmasi Sabtu sore mengatakan, terkait permasalahan infrastruktur pihaknya akan sgera berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk ditindaklanjuti.
“Komisi II turun ke distrik Wania untuk mendengarkan langsung keluhan dan melihat kondisi lapangan. Nanti hasil temuan dan kebutuhan masyarakat ini, kami koordinasikan dengan OPD teknis,” kata Mariunus.
"Harus segera ditindak lanjuti dan komisi II akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,red),” sambungnya.
Menurut Mariunus, Distrik Wania merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terpadat di Mimika setelah Distrik Mimika Baru.
Oleh sebab itu, perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah, khususnya infrastruktur jalan, jembatan, air bersih dan lain sebagainya.
Mariunus dalam kesempatan yang sama turut menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.
“Setiap hari masyarakat membuang sampah sembarangan di pinggir jalan sampai menumpuk. Padahal, kita melihat pihak kelurahan maupun aparat kampung membuat taman di kawasan itu, dengan tujuan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.
Ia pun berharap, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga semua pihak menjaga kebersihan dan keindahan wilayahnya masing-masing.(*)
Editor : Agung Trihandono