Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Doa Lintas Agama dan 1000 Lilin Iringi Berlalunya Tahun 2025 di Mimika

Wahyu Welerubun • 2026-01-01 09:34:48
Sejumlah anak sedang mengikuti doa lintas agama di pelataran Graha Eme Neme Yauware, dalam seremoni lepas sambut 2026, Rabu (31/12/2025) malam. (Ceposonline.com/Moh. Wahyu Welerubun).
Sejumlah anak sedang mengikuti doa lintas agama di pelataran Graha Eme Neme Yauware, dalam seremoni lepas sambut 2026, Rabu (31/12/2025) malam. (Ceposonline.com/Moh. Wahyu Welerubun).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Pemerintah daerah bersama masyarakat Kabupaten Mimika melepas tahun 2025 dan menyambut tahun 2026 dengan doa lintas agama dan 1000 lilin dalam acara lepas sambut yang digelar di pelataran Graha Eme Neme Yauware, Rabu malam (31/12/2025). 

Dalam acara ini, terlihat setiap orang yang mendatangi pelataran Graha Eme Neme Yauware dibagikan lilin untuk dinyalakan selama doa lintas agama berlangsung. 

Setelah rangkaian acara konser, dilanjutkan dengan doa lintas agama mengiringi api yang menyala di ujung lilin sebelum melepas 2025 dan menyambut tahun 2026. 

Dalam kesempatan itu, lebih dari sekadar perayaan, Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat untuk dapat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ruang refleksi bersama. 

“Ditengah suasana ini, kita diajak untuk merenungkan perjalanan hidup kita, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga, maupun sebagai warga Mimika yang telah memberikan kontribusi bagi daerah ini,” ungkap Johannes.

Ia juga mengingatkan di tengah kegembiraan pergantian tahun, terdapat duka yang masih dirasakan bangsa Indonesia akibat bencana banjir bandang serta longsor yang menimpa sebagian besar wilayah di Pulau Sumatera, tepatnya di 53 kabupaten/kota di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada 25-30 November 2025.

Selain kerusakan lingkungan dalam skala besar, bencana hidrometeorologi ini juga telah menelan korban jiwa.

"Banyak saudara kita yang tidak bisa merayakan tahun baru karena kehilangan orang-orang tercinta. Maka tahun ini kita memilih untuk merenung dan berdoa," tuturnya. 

Johannes pada momen ini turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pedagang, guru, tenaga kesehatan, insan pers, aparatur sipil negara, hingga aparat keamanan yang telah berkontribusi bagi pembangunan dan kehidupan sosial di Mimika.

Menurut Johannes, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari gedung megah atau jalan yang dibangun, tetapi dari senyum anak-anak Mimika yang mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang layak, termasuk di wilayah pesisir dan pegunungan. 

Memasuki tahun 2026, ia mengajak seluruh warga untuk terus bekerja sama menjaga Mimika sebagai rumah bersama yang aman dan damai tanpa perpecahan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai harmoni dan kebersamaan.

“Mimika adalah rumah kita bersama. Jangan kita merusak harmoni yang telah terbangun,” pesannya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#1000 lilin #doa lintas agama #mimika #Ceposonline.com