CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Sebanyak 478 personel TNI Polri dan Mitra Kamtibmas dikerahkan dalam rangka pengamanan malam kunci tahun 2025 dan penyambutan tahun 2026 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tangah, Rabu (31/12/2025).
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman dalam apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Rabu Sore menegaskan sejumlah hal untuk ditindaklanjuti oleh seluruh personel.
Dalam arahannya, Billy menegaskan bahwa seluruh personel harus senantiasa siaga dan melakukan pengamanan secara humanis.
Ia juga menekankan bahwa dalam pengamanan ini tidak diizinkan adanya tindakan melepaskan ataupun membunyikan tembakan.
Seluruh Perwira Pengendali (Padal) pun diminta untuk memperhatikan hal tersebut, serta melakukan pengecekan amunisi secara menyeluruh terhadap seluruh senjata api (Senpi) yang dikondisikan kepada seluruh personel.
“Jadi Padal harus tahu, anggotanya siapa, dan apa berbuat apa harus tahu, Padal wajib mengendalikan anggotanya yang ada di Pos Pengamanan,” tegas Billy.
“Yang paling penting tidak ada bunyi tembakan. Semua komando ada di saya, apabila terjadi sesuatu, kesempatan pertama lapor kepada Kapolres selaku penanggungjawab pengamanan tahun baru 2026,” lanjutnya.
Adapun pengamanan akan dilakukan di sembilan titik di dalam pusat Kota Timika. 100 personel ditempatkan di pelataran Graha Eme Neme Yauware pada acara lepas sambut yang diselenggarakan pemerintah.
Sementara personel lainnya ditempatkan di Sp2, Petrosea, Diana Mall, Perempatan Budi Utomo Hassanudin, pertigaan Irigasi, Pasar Lama, PIN Seluler dan Timika Mall.
Billy juga mengatakan, masyarakat tidak diimbau untuk merayakan dengan euforia yang berlebihan, baik dalam bentuk konvoi maupun pesta kembang api dalam skala besar, dan konsumsi miras.
Terkait larangan pesta kembang api, Billy menyebutkan bahwa pihaknya telah mengimbau seluruh agen dan distributor agar kembang api jenis tertentu ditarik dari peredarannya di pasaran.
Agen dan distributor diminta menjual petasan dengan selektif agar tidak disalahgunakan oleh masyarakat, terutama di kalangan anak-anak.
Billy juga mengimbau para orang tua agar dapat mengontrol anak-anaknya sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan saat bepergian di malam tahun baru.
“Karena memang rawan digunakan untuk tawuran. Kemarin kami sudah amankan, ada tiga, salah satunya masih di bawah umur, yang pelaku-pelaku tawuran itu,” tutur Billy.(*)
Editor : Weny Firmansyah