Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

PHBI Diingatkan Waspada Masuknya Pendakwaah Radikal

Wahyu Welerubun • 2025-12-23 15:25:39
Bupati Mimika Johannes Rettob membuka Seminar Peran Mubaligh dan Guru Ngaji di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/12/2025), (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Bupati Mimika Johannes Rettob membuka Seminar Peran Mubaligh dan Guru Ngaji di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/12/2025), (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Bupati Mimika Johannes Rettob dengan tegas meminta kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) agar selektif mendatangkan pendakwah.

 

Hal ini disampaikan Johannes saat membuka Seminar Peran Muballigh dan Guru Ngaji Dalam Mewujudkan Nilai-nilai Modernisasi Beragama dan Toleransi di Tengah Keberagaman, yang diiselenggarakan Forum Muballigh Imam dan Guru Ngaji, di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Selasa (23/12/2025).

 

Ini disampaikan menyusul Mimika yang baru-baru ini menerima penghargaan Harmony Award 2025 dimana Mimika dinobatkan sebagai daerah paling harmony di Indonesia.

 

Bupati John mengatakan, penghargaan ini mesti diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di tengah keberagaman yang ada di Mimika.

 

"Kita harus mempertahankan penghargaan yang sudah kita dapat. Sekarang bagaimana kita mempertahankan penghargaan yang sudah kita dapat," tutur Bupati John.

 

"Saya harap Mimika ini tidak boleh ada hal-hal yang membuat sehingga kita diprovokasi oleh situasi yang kurang baik," katanya. Rettob berharap jika mendatangkan ustad atau penceramah dari luar daerah jangan yang memprovokasi dan jangan mengundang mereka yang datang radikal dan memberikan informasi-informasi yang kurang baik.

 

"Kita sudah damai disini sehingga jangan ada orang yang datang mempengaruhi kita," tambahnya.

 

Mimika Rumah Kita adalah jargon atau sebuah lebel daerah dalam rangka mendukung program Mimika Smart City di era pemerintahannya. 

 

Jargon lengkapnya kata Bupati yaitu “Mimika Rumah Kita, Negeri Seribu Sungai dan Sejuta Bakau” yang menggambarkan kekayaan alam dan keberagaman masyarakat di Kabupaten Mimika.

 

“Rumah dalam konteks ini adalah milik orang Amungme dan Kamoro yang ditinggali bersama masyarakat dengan berbagai latar belakang budaya, agama, dan suku yang kini hidup berdampingan,” jelas Rettob. 

 

“Artinya, Mimika ini rumah orang Kamoro dan Amungme, (Honai dan Karapao). Orang Kamoro dan Amungme di dalam rumah ini sebagai tuan rumah, banyak orang datang. Berbagai budaya, suku, agama dan bahasa,” lanjutnya.

 

Johannes menegaskan bahwa di Mimika semua orang hidup berdampingan maka sudah sepatutnya menjaga rumah ini secara bersama. 

Editor : Abdel Gamel Naser
#mimika #Ceposonline.com #Johannes Rettob