CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Kelapa parut dan santan kemasan di Kabupaten Mimika dalam lima bulan terakhir mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos, bahwa hal ini disebabkan stok buah kelapa yang kosong di Mimika.
Akibat kondisi ini, banyak pedagang kelapa di Pasar Sentral Timika harus menguras lebih banyak modal untuk mendapatkan stok dari daerah lainnya di luar Mimika.
Bahkan, banyak juga pedagang yang terpaksa tidak berjualan akibat kehabisan stok buah kelapa.
Seorang Pedagang, Berlian, menjelaskan beberapa bulan ini dirinya mengalami kesulitan untuk mendapatkan kelapa dengan jumlah besar.
Apalagi, permintaan kelapa di Kota Timika cukup tinggi. Dalam sehari, kelapa yang terjual di lapak miliknya bisa mencapai 500 buah.
Usut punya usut, ternyata kekosongan stok kelapa di Mimika terjadi lantaran adanya pengusaha yang masuk ke Mimika dan ingin membeli Kopra di Pulau Arara.
Ararau sendiri merupakan salah satu pulau di Mimika yang banyak ditumbuhi pohon kelapa dan menjadi wilayah pemasok kelapa terbanyak di Timika.
"Susah dapat kelapa sekarang, biasanya sebelum kopra masuk, kita bisa dapat kelapa sekali dua minggu, sekarang tunggu dua bulan baru datang," kata Berlian, Selasa, (19/8/2025).
Sebagai informasi, Kopra adalah bagian daging buah kelapa yang telah dikeringkan dengan cara dijemur atau dipanaskan di atas bara api.
Kelapa yang sudah kering bisa menjadi bahan baku utama untuk pembuatan minyak kelapa dan produk turunannya, seperti minyak goreng, margarin, sabun, kosmetik, dan produk lainnya.
Masuknya para pengusaha kopra tersebut ke pulau Ararau, menjadikan pasokan untuk pedagang eceran di pasaran Timika berkurang.
Saat ini, harga kelapa di Pasar Sentral untuk ukuran kelapa yang besar Rp15 ribu dari harga sebelumnya Rp10 ribu.
Sedangkan, untuk buah kelapa berukuran sedang Rp8 dijual dengan harga Rp10 ribu, dan ukuran buah kelapa kecil Rp5 ribu menjadi Rp7 ribu. Meski tak seberapa, namun bagi masyarakat ekonomi lemah sangat merasakan dampaknya.
Selain kelapa parut, santan kelapa dalam kemasan ternyata ikut naik harga. Jika biasanya santan kemasan ukuran 65 mili dijual dengan harga Rp5 ribu kini naik menjadi Rp8 ribu.
Lalu, santan kemasan ukuran 200 mili kini dijual dengan harga Rp20 ribu dari harga sebelumnya Rp10 ribu.
Santan kelapa yang naik harga menyebabkan masyarakat lebih memilih untuk membeli kelapa parut. Tetapi, saat permintaan pasar meningkat, stok kelapa justru terjadi kekosongan. (*)
Editor : Gratianus Silas