Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bak Teka-Teki, TIFA Pecahkan Kebuntuan GenZ dengan Segudang Pengalaman Berharga

Wahyu Welerubun • Rabu, 21 Mei 2025 | 10:08 WIB
Gen Z yang merupakan panitia TIFA 2025 Sedang berfoto bersama dengan menunjukkan simbol menabuh tiga menggunakan dua tangan. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Gen Z yang merupakan panitia TIFA 2025 Sedang berfoto bersama dengan menunjukkan simbol menabuh tiga menggunakan dua tangan. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Dalam mencapai suatu tujuan dengan memaksa diri untuk keluar dari kebiasaan seseorang bukan merupakan hal yang mudah bak menebar cinta dari seorang pria kepada gadis usia remaja kala duduk di bangku SMA.

Apalagi, untuk menjalani suatu pekerjaan yang tidak biasa dan mustahil bagi seorang anak di usia remaja tentu membutuhkan kerja keras, kegigihan dan ketekunan yang tiada tara untuk melakukannya.

Namun, hal ini dipatahkan oleh dua remaja asal Kabupaten Mimika yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan event Timika Inside Festival of Art. Mereka adalah Krisna Satria Pamungkas Takimai (16) dan Ocean Chelsea Laura Nussi (17).

Krisna saat ini tergabung dalam benteng pertahanan TIFA Creative dan ikut andil dalam penyelenggaraan Timika Inside Festival of Art 2025 yang sesuai jadwal akan dilaksanakan mulai tanggal 22 hingga 24 Mei 2025, di pelataran Graha Eme Neme Yauware.

Meski ini menjadi kesempatan pertama kali baginya, namun Krisna mengaku amat sangat antusias karena bisa mencicipi pelajaran baru di luar lingkungan sekolah.

Di TIFA, Krisna mengaku telah belajar tentang banyak hal dan merasa bangga bisa melalui setiap detik berharga dalam hidupnya.

“Perasaan yang bisa menggambarkan saya itu gugup sih, grogi untuk menjadi panitia di umur yang masih remaja, pikiran masih plin-plan tapi sudah dituntut untuk menjadi panitia untuk mengatur suatu acara,” ungkap Krisna kepada Cenderawasih Pos, Selasa 20 Mei 2025 malam.

“Tapi perlahan-lahan dengan arahan dari kakak-kakak yang sudah ada lama di sini membantu saya sehingga sudah terbuka pikiran, mengajar saya, apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya pikirkan untuk ke depannya,” lanjutnya.

Krisna Satria Pamungkas Takimai (kiri) dan Ocean Chelsea Laura Nussi (kanan) selaku panitia Timika Inside Festival of Art (TIFA). (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Krisna Satria Pamungkas Takimai (kiri) dan Ocean Chelsea Laura Nussi (kanan) selaku panitia Timika Inside Festival of Art (TIFA). (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).

Adapun pengalaman yang telah Krisna kantongi selama berhimpun di dalam keluarga besar Tifa adalah berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan dalam mengekspresikan diri dan mengeksplorasi kemampuan.

Ia mengaku, ketertarikannya untuk bergabung di Tifa tak lain adalah melihat teman-teman Krisna yang sebelumnya telah lebih dulu menjadi keanggotaan Tifa Creative.

“Jadi dari teman-teman yang sebelumnya, di usia yang sepeti saya mereka sudah bisa kenapa saya tidak bisa? Jadi saya berusaha untuk mencoba dan ikut seleksi kebetulan lolos,” ungkapnya.

Krisna bermimpi dapat menjadi motivasi bagi anak-anak generasi muda di Kabupaten Mimika yang punya potensi besar di dalam dunia seni agar dapat mengembangkan seluruh potensi dirinya dengan terlibat dalam berbagai kegiatan positif serta meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk.

Berbeda dengan Krisna, Ocean Chelsea Laura Nussi yang juga kini terlibat dalam kepanitiaan ternyata merupakan seorang senior di dalam tubuh Tifa.

Ocean bahkan telah banyak meraih prestasi tak hanya di tingkat lokal namun telah sampai di tingkat nasional mewakili Provinsi Papua Tengah.

Adapun perhelatan yang diikutinya di tingkat nasional adalah ajang Putra Putri Kebudayaan Nusantara (PPKN) di Jakarta.

Selain itu, Ocean yang juga merupakan mantan Duta Tifa 2023 mengaku sangat merasakan manfaat saat mengikuti event TIFA, baik itu dari segi ilmu maupun dalam pengembangan karakternya.

“Awalnya saya cukup grogi, tapi seiring berjalannya waktu dan belajar dan akhirnya sudah terbiasa menjadi panitia jadi saya harus mempunyai tugas dan kewajiban sebagai panitia, jadi harus mengurus ini dan itu, supaya ke depan jadi panitia di event lain sudah tidak perlu takut karena sudah belajar di Timika Inside Festival of Art,” kata Ocean.

Ocean mengaku, sampai saat ini selama mengarungi event Tifa dari tahun ke tahun sudah tidak ada lagi kendala yang berarti.

Ia pun berpesan kepada generasi muda di Mimika agar berani untuk melakukan hal-hal positif yang dapat mengembangkan potensi diri menjadi lebih baik.

“Jangan takut karena kita belajar dari hal-hal kecil, kalau hal-hal kecil kita sudah terbiasa maka hal-hal besar kita sudah terbiasa karena sudah ada pengalaman dan keberanian dari hal-hal kecil itu,” tutupnya.

Persiapan TIFA 2025 Sudah Hampir Rampung
Pada H-1 pelaksanaan event Timika Inside Festival of Art tahun 2025, berbagai persiapan telah dilakukan oleh panitia. Mulai dari hal-hal teknis hingga lainnya.

Saat ini, seluruh persiapan panitia TIFA 2025 telah mencapai 100 persen dan optimis event ini akan terlaksana dengan sangat spektakuler.

Adapun event tahunan yang telah masuk Karisma Event Nusantara (KEN) ini merujuk pada pertunjukan seni dan budaya ini akan menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari tarian, fashion, modelling, hingga dance film.

Dengan mengusung tema “Tong Satu Tong Kuat, Hidupkan Budaya Jembatan Ekonomi Kreatif”, TIFA 2025 akan menyajikan sesuatu yang berbeda dan tentunya lebih menarik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#TIFA #mimika #Ceposonline.com #timika