CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendapatkan komitmen bantuan satu unit mobil rescue dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk mendukung penanganan bencana di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Penanggulangan Bencana, dan Satuan Polisi Pamong Praja (DKP2B dan Satpol-PP) Provinsi Papua Selatan, Elias Refra, mengungkapkan, bantuan tersebut disampaikan langsung Kepala BNPB pusat saat melakukan kunjungan dan rapat bersama pemerintah daerah di Merauke baru-baru ini.
Menurut Elias, selain bantuan mobil rescue, pemerintah pusat juga memberikan dukungan sejumlah peralatan penanggulangan bencana yang nantinya akan dimanfaatkan bersama pemerintah kabupaten di wilayah Papua Selatan.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut tidak terlepas dari upaya Pemprov Papua Selatan memperjuangkan kebutuhan daerah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan sejumlah kementerian.
Salah satunya melalui surat permohonan yang dibuatnya dan ditandatangani Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, untuk meminta dukungan pesawat water bombing yang saat ini berada di bandara.
Surat tersebut kemudian disampaikan kepada Menteri dan sejumlah kementerian terkait sebagai bagian dari upaya penanganan bencana di Papua Selatan.
"Apa yang saya sampaikan sesuai dengan apa yang saya lakukan untuk kepentingan daerah. Pada akhirnya diberikan bantuan. Bantuan ke provinsi, tetapi dibagi dengan bupati. Yang penting barang itu sampai di wilayah kita supaya kita bisa gunakan alat-alat itu," kata Elias Refra, Jumat (6/11/2026).
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut Kepala BNPB pusat juga menyampaikan komitmen untuk mengirimkan satu unit mobil rescue bagi Papua Selatan.
Elias mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, perjuangan mendapatkan bantuan harus terus dilakukan demi kepentingan masyarakat dan kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai ancaman bencana.
Terkait kelembagaan, Elias mengungkapkan bahwa pihaknya juga berharap ke depan Papua Selatan dapat memiliki institusi penanggulangan bencana yang berdiri sendiri. Dengan demikian, daerah dapat lebih leluasa mengakses dukungan pemerintah pusat, termasuk dukungan pembangunan sarana dan prasarana.
Ia menyebutkan, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah ketersediaan lahan sebagaimana disampaikan Kepala BNPB pusat. Apabila kelembagaan sudah berdiri sendiri dan didukung lahan, peluang pembangunan fasilitas penanggulangan bencana di daerah akan semakin terbuka.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Elias menyebutkan bahwa kegiatan tersebut mulai memberikan dampak positif dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Mappi dan Boven Digoel.
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca masih akan dilanjutkan selama 14 hari ke depan. Tim pelaksana masih bersiaga untuk membantu mengatasi kondisi kekeringan dan mendukung ketersediaan air di wilayah Papua Selatan.
"Kan kemarin semua sudah tahu dampaknya, akhirnya ada hujan. Hujan di Mappi, hujan di Boven. Sampai sekarang mereka masih standby dan kita masih melanjutkan modifikasi cuaca ini," jelasnya.
Ia berharap hujan segera turun secara merata, termasuk di wilayah Merauke, sehingga kondisi kekeringan yang terjadi saat ini dapat berangsur teratasi.
Elias menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya mempersiapkan langkah menghadapi kondisi panas dan ancaman kebakaran, tetapi juga mulai mengantisipasi kemungkinan bencana banjir apabila musim hujan tiba.
"Kalau sekarang kita persiapan menghadapi kondisi panas, nanti kalau sudah masuk musim hujan kita juga harus siapkan penanganan banjir. Jadi, semua kemungkinan bencana harus kita antisipasi," pungkasnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah