CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyebutkan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini diduga kuat disebabkan masih adanya anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi campak atau Measles Rubella (MR) pada usia yang seharusnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Edo Tumanggor menjelaskan, anak-anak yang terpapar campak diduga tidak menerima imunisasi saat berusia 9 bulan hingga 7 tahun, sehingga tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.
"Penyebab yang paling kuat diduga adalah anak tersebut tidak mendapatkan imunisasi campak atau MR pada usia 9 bulan sampai 7 tahun. Itu yang menjadi kendala sehingga kasus ini muncul," kata Edo Tumanggor kepada media ini di Merauke, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, petugas kesehatan selama ini telah berupaya maksimal melaksanakan pelayanan imunisasi.
Namun keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada peran orang tua untuk membawa anak mengikuti imunisasi, baik melalui Posyandu maupun program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Kami menyadari peran tenaga kesehatan sudah maksimal, tetapi yang paling utama adalah peran orang tua. Bisa jadi saat pelaksanaan imunisasi di Posyandu maupun BIAS, anak tersebut tidak dibawa sehingga tidak mendapatkan vaksin," katanya.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, Dinas Kesehatan telah mengirimkan 17 sampel ke laboratorium di Surabaya. Hingga saat ini, hasil yang telah diterima menunjukkan sembilan sampel dinyatakan positif campak.
"Hasil yang kembali positif baru 9 sampel. Sementara 8 sampel lainnya yang dikirim ke Surabaya, sampai sekarang hasilnya belum keluar,’’ katanya.
Dengan ditemukannya kasus tersebut, pemerintah menetapkan kondisi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Sebagai tindak lanjut, telah menyiapkan program Outbreak Response Immunization (ORI) untuk memutus rantai penularan di wilayah terdampak.
Sambil menunggu pelaksanaan ORI dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke terus melaksanakan imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak yang menjadi sasaran.
Pihaknya juga mengimbau seluruh orang tua agar tidak melewatkan setiap program imunisasi yang diselenggarakan pemerintah.
Dijelaskan, kasus campak ini terjadi kepada anak-anak yang ada di Kampung Kuper, Distrik Semangga Kabupaten Merauke yang pertama ditemukan sekitar bulan Februari 2026. Sementara sampel dikirim ke Laboratorium Surabaya sekitar bulan April 2026 lalu. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser