CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mulai menyiapkan dokumen perencanaan pembangunan jembatan timbang sebagai langkah mengendalikan kendaraan bermuatan berat yang melintas ruas jalan provinsi, khususnya Jembatan Tujuh Wali-Wali.
Sekadar diketahui, Jembatan Tujuh Wali-Wali yang memiliki panjang sekitar 540 meter tersebut memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi satu-satunya menghubung darat antara Kota Merauke dengan sejumlah distrik yang ada di Merauke. Jembatan yang dibangun jaman pemerintahan Presiden Soeharto tersebut diperkirakan telah memiliki umur lebih dari 30 tahun.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan Michael Gomar menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan kapan pembangunan fisik jembatan timbang akan dimulai. Namun, di tahun 2026 ini pihaknya fokus menyelesaikan dokumen perencanaan sebagai dasar pelaksanaan proyek.
"Untuk pembangunan fisiknya kami belum bisa memastikan kapan akan dilaksanakan. Tahun ini kami fokus menyiapkan dokumen perencanaan pembangunan jembatan timbang," kata Michael Gomar, Kamis (18/6/2026).
Mantan Penjabat Bupati Mapppi ini menjelaskan, jembatan timbang tersebut direncanakan dibangun di lokasi sebelum Jembatan Tujuh Wali-Wali. Lahan yang akan digunakan merupakan aset milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah dihibahkan kepada Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan, termasuk Bidang Bina Marga, untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan.
‘’Setelah dokumen perencanaan selesai disusun, hasilnya akan dilaporkan kepada Gubernur Papua Selatan sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan pembangunan fisik, dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah,’’ katanya.
Menurutnya, keberadaan jembatan timbang sangat penting untuk mengawasi kendaraan angkutan barang, termasuk truk kontainer dan kendaraan jasa pengangkutan transportasi yang melintas di ruas jalan provinsi.
"Ke depan seluruh kendaraan angkutan berat akan melalui pemeriksaan di jembatan timbang sehingga muatan yang melebihi batas dapat dikendalikan," jelasnya.
Dikatakan, pembangunan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mengurangi beban kendaraan dengan muatan sumbu terberat di atas delapan ton yang melintasi Jembatan Tujuh Wali-Wali. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kekuatan konstruksi jembatan yang telah lama beroperasi dan hingga kini masih menjadi aset Kementerian PUPR dengan pemeliharaan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional.
Michael Gomar berharap, pembangunan jembatan timbang dapat segera direalisasikan setelah dokumen perencanaan selesai dan dukungan anggaran telah tersedia, sehingga infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Papua Selatan dapat terjaga dengan lebih baik. (*)
Editor : Weny Firmansyah