Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Sekda Yermias Ingatkan Rumah Sakit, Jangan Ada Kasus Irene Sokoy di Merauke

Yulius Sulo • 2025-11-28 11:41:01
Yermias Paulus Ruben Ndiken. (Ceposonline.com/Sulo)
Yermias Paulus Ruben Ndiken. (Ceposonline.com/Sulo)

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Kasus kematian Irene Sokoy, Ibu hamil yang ditolak 4 rumah sakit di Jayapura menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Merauke. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken mengingatkan seluruh layanan Kesehatan di Kabupaten Merauke terutama rumah sakit untuk tidak boleh ada kasus Irene Sokoy lainnya di Merauke.   

‘’Situasi kemanusiaan yang terjaid di Jayapura itu sangat menyayat hati kita sebagai orang Papua. Saya ingatkan kepada kepala dinas Kesehatan dan direktur RSUD Merauke dan beberapa pelayanan Kesehatan di Merauke untuk memperhatikan itu,’’ tandas Yermias Paulus Ruben Ndiken, Jumat (28/11/2025).   

Sekda Yermias Ndiken menjelaskan bahwa yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengedepankan pelayanan. 

‘’Layani dulu, kalau sudah kritis seperti begitu. Karena ada stadium 1, 2 dan kalau sudah stadium 3 berarti sudah gelisah dan mulai kejang-kejang. Karena yang terjadi di sana itu sampai 4 layanan Kesehatan menolak. Saya imbau dan ingatkan, jangan sampai terjadi di Merauke,’’ tandasnya. 

Sekda Yermias Ndiken masih memaklumi dan memberi toleransi ketika pasien tersebut dibawa dari kampung atau distrik terjauh. Dimana di tengah perjalanan yang tidak ada layanan Kesehatan dan mengalami hal yang tidak diinginkan maka masih bisa diterima.   

‘’Tapi kalau terjadi di unit pusat pelayanan Kesehatan dan ada layanan Kesehatan yang menolak dan tidak segera memberi layanan itu tidak boleh terjadi. Harus sigap. Yang penting layani dulu. Kalau berkaitan dengan administrasi dan jasa dari pelayanan itu nanti belakangan. Karena kami dari pemerintah sudah menyiapkan dana BPJS tahun 2025 untuk pelayanan ini. Tapi BPJS Kesehatan dan unit layanan Kesehatan harus sigap melayani masyarakat,’’ terangnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#rumah sakit #Merauke #Irene Sokoy