CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Bakal Calon Perseorangan Bupati Merauke Fransiskus Xaverius Sirfefa menghembuskan napasnya yang terakhir Senin (13/05/2024). Ia meninggal setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Merauke sekitar pukul 06.30 WIT dari Hotel Itese Merauke.
Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya kader dari Partai Gerindra tersebut.
Kabar duka meninggalnya FX Sirfefa ini mengagetkan semua pihak terutama bagi para pendukungnya. Pasalnya, pada Minggu (12/05/2024) FX Sirfefa masih melakukan aktivitas dengan mendaftar dan menyerahkan dukungan persyaratan ke KPU Kabupaten Merauke yang digelar di Hotel Itese Merauke.
Almarhum tiba di Aula Hotel Itese Merauke, sekitar pukul 23.15 WIT dan sempat menyapa para komisioner dan sekretariat KPU Merauke. Setelah melakukan registrasi, selanjutnya menyerahkan syarat dukungan diterima Ketua KPU Merauke Rosina Kebubun.
Bahkan setelah menyerahkan syarat dukungan ke KPU untuk dihitung secara manual karena yang diupload dalam Sikon KPU baru tercatat 3.800 dukungan, media ini sempat meminta kepada yang bersangkutan untuk wawancara, namun almarhum menyatakan wawancara setelah selesai pendaftaran. "Nanti saja ya, setelah pendaftaran selesai, " katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Ceposonline.com, dari salah satu relawan yang hadir langsung di TKP menyatakan bahwa pada Senin (13/95/2024) sekitar pukul 06.00 WIT saat almarhum duduk di kursi dalam ruangan pendaftaran tersebut tampak terlihat mulai keringat kemudian beberapa saat kemudian beliau pingsan.
"Saat itu, perhitungan masih dilakukan KPU Merauke," katanya.
Setelah pingsan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
Sampai berita ini ditulis, jenazah almarhum masih di kamar mayat. Tampak istri, keluarga dan para pendukung serta sejumlah anggota DPR Merauke. Almarhum FX Sirfefa sampai saat ini masih tercatat sebagai anggota DPR Kabupaten Merauke periode 2019-2024. Dan pada periode 2014-2019 sempat menjadi Ketua DPR Kabupaten Merauke menggantikan Kanisia Lea Mekiuw yang meninggal saat itu. (*)
Editor : Agung Trihandono