WAMENA-Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Jayawijaya Fred Huby mengaku dengan koperasi yang dibentuknya, kini pengusaha asli Papua dapat menyelesaikan pekerjaan konstruksi tanpa modal hingga selesai. Aartinya melalui koperasi kini dapat dirasakan manfaatnya bagi anggota Gapensi sendiri, dan perlu untuk menata kembali keuangannya
Menurutnya, Koperasi Sulah Noken sejak beroperasi akhir 2019 sampai pertengahan 2020 ini sudah melakukan berbagai pencapaian, seperti pembangunan ruko -ruko di Jayawijaya yang dikelola oleh pengusaha asli Papua yang sudah berjalan dan hasil yang telah anggota koperasi nikmati.
“Artinya dalam bidang konstruksi sehingga dengan modal koperasi bisa mengerjakan pekerjaan itu bisa mencapai 100 persen tenpa modal, di belakang itu semua ada koperasi yang mendukung mereka, sehingga ada hasilnya dan minat anggota banyak sehingga kita ingin merapikan kembali keuangannya di koperasi itu sendiri.”ungkapnya Jumat (17/7) saat ditemui Cenderawasih pos di Wamena
Lantaran telah membantu banyak pengusaha asli Papua, Kata Fred kini Koperasi Sulah Noken Gapensi memiliki aggotanya sudah menapai 130 orang untuk gapensi jayawijaya, sehingga perputaran dan minat anggota juga bergabung menjadi anggota Gapensi banyak saat ini
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal , Koperasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMK PTSP) Kabupaten Jayawijaya Karel Tehupuring, mengaku memberikan sosialisasi yang sifatnya untuk terus menggairahkan pengelolaan koperasi sulah Noken Gapensi Jayawijaya. Ia harus serius dalam hal tugas pemerintah dalam membina setiap Koperasi, karena menjadi Koperasi aktif itu menjadi salah satu indikator kinerja pada dinas-dinasnya.
Secara terpisah Ketua Koperasi Gapensi Sulah Noken Ebisat Gabriel Hisage, Koperasi yang dibentuk Gapensi itu sifatnya kontraktor dan prepensif , ia melihat kebanyakan koperasi yang ada di Jayawijaya hanya koperasi simpan pinjam. (jo/tri)
Editor : Administrator