Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Palang Lokalisasi Yobar  Kembali Dibuka

Administrator • 2020-02-01 10:09:51
Pintu masuk Lokalisasi Yobar  yang dipalang  oleh pemilik hak ulayat,  Selasa (21/1).  (Sulo/Cepos)
Pintu masuk Lokalisasi Yobar  yang dipalang  oleh pemilik hak ulayat,  Selasa (21/1).  (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Pemalangan   terhadap Lokalisasi Yobar oleh pemilik hak ulayat   dengan cara   pintu  masuk keluar   digembok,   kembali   dibuka  oleh pihak yang melakukan  pemalangan  tersebut,  Kamis  (30/1)  sore.


  “Palangnya   sudah dibuka   kemarin.   Mereka buka setelah  Asisten I Setda  Kabupaten Merauke  Sunarjo menghubungi  langsung  Bapak Hengky Ndiken (pihak yang melakukan pemalangan,red). Ketika  kami  ke sana kemarin sore,   gemboknya sudah  dibuka,’’ kata  Kasat Binmas Polres  Merauke AKP Horas Nababan, SH, ketika   ditemui  media ini,   Jumat (31/1).


   Dengan     dibukanya  kembali palang  tersebut, warga   Lokalisasi  Yobar  dapat beraktivitas  kembali  seperti biasa. ‘’Kemarin sore,  air tanki  sudah  bisa langsung masuk  ke dalam  lokalisasi setelah    gembok    pintu dibuka  oleh pihak  yang melakukan  pemalangan,’’ jelasnya.


   Soal status  tanah   tersebut,  Kasat Binmas Horas Nababan menjelaskan bahwa pihaknya  sudah memfasilitasi  para penghuni  Lokalisasi Yobar  untuk  bertemu dengan Kepala Dinas  Sosial  yang dihadiri  oleh  Hengky Ndiken.  ‘’Ada kesepakatan  untuk  dilakukan pembuktian kepemilikan. Dari Dinas Sosial menyampaikan   jika masalah   ini dulu ditangani  oleh  Pak Sunarjo. Makanya nanti  ini  setelah Jumatan, ada rencana pertemuan di    rumah pak Asisten I.  Katanya beliau  kurang enak badan sehingga  pertemuannya akan dilakukan  di  rumah kediaman beliau,’’ jelas   Kasat Binmas.


   Pemilik barak   yang ada di Lokalisasi  Yobar  tersebut,  jelas  Kasat Binmas Horas Nababan, sudah menyatakan siap membayar   tanah yang ditempati  tersebut  kepada  pihak pemilik hak   ulayat. Hanya persoalan,  bahwa  tanah tersebut   sudah masuk   dalam aset  daerah  dimana  nomor  rencana ukur dari pertanahan sudah ada. Hanya persoalan, jika  dokumen   pembelian  tanah  tersebut  belum  ditemukan  oleh Dinas Sosial.


  “Informasinya bahwa  tanah  itu dibeli  pemerintah   daerah  tahun 1994 dengan harga Rp 1 juta saat itu.   Hanya  jadi soal sekarang  surat-suratnya   yang belum ditemukan. Ini mungkin yang akan dibicarakan   dengan Asisten I  nanti  keputusannya bagaimana,’’   tandas Kasat Binmas.    


   Untuk diketahui, pihak pemilik   hak ulayat masih mengklaim  jika tanah seluas  2 hektar  lebih  itu masih  menjadi  tanah adat. Sementara  Pemerintah  Kabupaten  Merauke  juga mengklaim  jika tanah itu sudah  menjadi aset daerah Kabupaten Merauke. (ulo/tri)

Editor : Administrator