Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Cegah Titip Alamat Lewat Kartu Keluarga, SMA Negeri 4 Jayapura Perketat Seleksi Domisili Siswa Baru

Yohanes Palen • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:22 WIB
Kepala Sekolah SMA 4 Jayapura, Widya Kusmayanti. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Kepala Sekolah SMA 4 Jayapura, Widya Kusmayanti. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMA Negeri 4 Jayapura membuat pihak sekolah mengambil langkah tegas dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.

Salah satunya dengan memperketat verifikasi dokumen kependudukan guna mencegah praktik "titip alamat" melalui Kartu Keluarga (KK).

Kepala Sekolah SMA 4 Jayapura, Widya Kusmayanti mengungkapkan, setiap tahun jumlah pendaftar siswa baru jauh melampaui daya tampung yang tersedia. 

Kondisi tersebut kerap memicu adanya upaya sebagian calon peserta didik untuk memindahkan alamat domisili ke wilayah sekitar sekolah demi meningkatkan peluang diterima melalui jalur domisili.

“Minat masyarakat sangat tinggi. Karena itu kami akan lebih ketat dalam melakukan pendataan dan verifikasi dokumen kependudukan. Kami ingin memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya,"ucap Widya Kusmayanti saat ditemui di Ceposonline.com di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (2/6/2026).

Kata Widya Kusmayanti bahwa, praktik pemindahan alamat sementara ke rumah keluarga atau kerabat yang tinggal di sekitar sekolah menjadi salah satu penyebab membludaknya pendaftar setiap tahun. 

Karena itu, panitia PPDB yang telah dibentuk akan melakukan pemeriksaan lebih cermat terhadap dokumen calon siswa.

Selain memperketat seleksi jalur domisili, sekolah juga tetap berpedoman pada ketentuan pemerintah terkait jumlah rombongan belajar (rombel). 

Dengan kapasitas 12 rombel dan maksimal 36 siswa per rombel, SMA Negeri 4 Jayapura hanya dapat menerima 432 siswa baru pada tahun ajaran mendatang.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 600 siswa. 

Meski masih dapat ditampung, kondisi tersebut dinilai sudah melampaui kapasitas ideal sekolah.

“Kalau mengikuti aturan yang berlaku, kapasitas kami hanya 432 siswa. Tahun-tahun sebelumnya memang bisa sampai 600 siswa, tetapi sebenarnya sudah over kapasitas,”jelasnya.

Ia menyebut untuk mengakomodasi siswa berprestasi, sekolah telah menyiapkan sejumlah strategi sejak akhir tahun lalu. 

Salah satunya melalui program golden ticket yang diberikan kepada peserta berprestasi dalam berbagai lomba yang digelar saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 SMA Negeri 4 Jayapura.

Selain jalur prestasi, PPDB tahun ini tetap membuka jalur domisili, afirmasi, dan kemitraan sesuai regulasi yang berlaku.

Sekolah juga menyediakan kuota khusus bagi pengurus OSIS berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, pihaknya juga memastikan seluruh proses pendaftaran siswa baru tidak dipungut biaya. 

Masyarakat diimbau untuk tidak percaya apabila ada pihak yang menawarkan bantuan masuk sekolah dengan imbalan tertentu.

“Pendaftaran gratis. Tidak ada biaya untuk mendapatkan kursi atau kuota masuk. Semua proses dilakukan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,”tegasnya.

Adapun pihaknya  berharap pelaksanaan PPDB tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kota Jayapura.

"Kami mencegah praktik penyalahgunaan dokumen kependudukan yang selama ini kerap menjadi sorotan dan kami pastikan tidak terjadi penumpukan siswa yang kita terima atau melebihi kapasitas,"tutup Widya Kusmayanti. (*).

Editor : Yohanes Palen
#sma negeri 4 #seleksi domisili #Ceposonline.com #kota jayapura