CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kabar duka menyelimuti dunia politik di Kota Jayapura.
Ketua Komisi C DPRK Kota Jayapura, Muhamad Yusran Yunus, meninggal dunia pada Selasa (12/5/2026) subuh sekitar pukul 03.00 WIT di Rumah Sakit Kemenkes Jayapura.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya selama kurang lebih tiga minggu terakhir.
Kabar meninggalnya almarhum dibenarkan oleh kerabatnya sekaligus anggota DPRK Kota Jayapura, Barto Taniauw.
“Iya benar, beliau meninggal dunia tadi subuh di Rumah Sakit Kemenkes Jayapura setelah sempat menjalani perawatan,”ucap Barto Taniauw saat dikonfirmasi ceposonline.com melalui pesan WhatsApp.
Kepergian Muhamad Yusran Yunus meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga rekan-rekan di lingkungan DPRK Kota Jayapura serta masyarakat yang mengenalnya.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Di DPRK Kota Jayapura, ia dipercaya memimpin Komisi C sebagai ketua.
Ucapan belasungkawa pun terus berdatangan dari berbagai kalangan, baik tokoh masyarakat maupun sesama legislator di Kota Jayapura.
Kabar wafatnya almarhum juga dibenarkan oleh rekan sesama anggota DPRK Kota Jayapura dari Komisi D, Asriyani.
Ia menyebutkan, saat ini jenazah telah berada di rumah duka di belakang Otonom, Kotaraja.
“Ya, jenazah almarhum saat ini sudah di rumah duka di Kotaraja belakang Kantor Otonom untuk selanjutnya mempersiapkan proses pemakaman almarhum,” kata Asriyani.
Menurutnya, sebelum dimakamkan, jenazah almarhum akan terlebih dahulu dibawa ke Kantor DPRK Kota Jayapura untuk mengikuti sidang istimewa sebagai bentuk penghormatan terakhir dari lembaga legislatif kepada almarhum.
“Nanti pukul 13.00 WIT siang akan dilakukan sidang istimewa untuk penghormatan terakhir di DPRK Kota Jayapura kepada almarhum,"jelasnya.
Sementara itu, rencana pemakaman almarhum dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 WIT di Sentani.
Asriyani juga menyampaikan bahwa almarhum selama ini memang sedang sakit dan telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kemenkes Jayapura selama hampir tiga minggu terakhir.
"Ya, almarhum memang sudah 3 minggu jalani perawatan di RS Kemenkes Jayapura karena sakit,"tutup Asriyani. (*)
Editor : Yohanes Palen