Ini Isi Tuntutan pada Aksi Demo Damai Para Buruh di Kota Jayapura
Yohanes Palen• Jumat, 1 Mei 2026 | 19:04 WIB
Kaum buruh bersama KSPI Papua gelar aksi damai peringati Hari Buruh Internasional (May Day) di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura Papua, Jumat (1/5/2026) (Karel/ceposonline.com)
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar kaum buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Papua di kawasan Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (1/5/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dalam aksi tersebut, para buruh menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Adapun sejumlah tuntutan para buruh ini yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan pekerja, perlindungan hak-hak buruh, serta penguatan peran serikat pekerja di Indonesia.
Ketua PERDA-KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri mengatakan, aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak buruh di seluruh Indonesia dalam momentum peringatan May Day.
Menurut Benyamin, meski aksi dikemas dengan pendekatan yang lebih santai dan humanis, substansi perjuangan buruh tetap menjadi hal utama yang diperjuangkan.
“Kami tetap membawa aspirasi buruh, terutama soal kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, dan kebijakan pemerintah yang harus berpihak kepada pekerja,”ungkap Benyamin.
Ia menjelaskan, saat ini KSPI Papua telah mendata sekitar 1.340 buruh yang tergabung dalam organisasinya, dan jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah seiring proses pendataan.
Dalam momentum May Day tahun ini, kata Benyamin, para buruh secara khusus mendorong pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembentukan Satgas Buruh.
Kemudian membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh sebagai bentuk perlindungan yang lebih konkret terhadap pekerja.
Baginya, kehadiran dua lembaga tersebut dinilai penting untuk memastikan persoalan ketenagakerjaan, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), upah, dan hak normatif pekerja, dapat ditangani secara lebih serius dan terstruktur.
Selain itu, para buruh juga berharap adanya kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada pekerja, terutama dalam memperluas lapangan kerja dan memastikan penerapan upah minimum yang merata.
Menariknya, aksi May Day di Kota Jayapura kali ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda dari biasanya.
Jika umumnya demonstrasi identik dengan suasana tegang dan orasi keras, kali ini para buruh justru menghadirkan suasana penuh keakraban.
Di sela-sela penyampaian orasi, alunan musik dari pengeras suara terdengar mengiringi para peserta.
Sejumlah buruh, baik laki-laki maupun perempuan, tampak berjoget bersama sambil menikmati jalannya aksi.
Suasana santai itu menjadi warna tersendiri dalam peringatan Hari Buruh di Kota Jayapura, sekaligus menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai, humanis, dan tetap penuh semangat perjuangan.
Adapun aksi yang mendapat pengamanan dari aparat keamanan itu berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Hingga kegiatan berakhir, situasi tetap aman dan kondusif, bahkan ditutup dengan aksi joget bersama sebagai simbol kebersamaan para buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka. (*).