
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Presiden Prabowo Subianto mengajak para teknokrat, ilmuwan, insinyur, dan akademisi di Indonesia untuk berdiri di garda depan dalam membangun bangsa serta memastikan kekayaan negara benar-benar dinikmati oleh rakyat.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
"Kepintaran dan keahlian harus digunakan untuk memperkuat bangsa, bukan justru menjadi alat untuk menipu rakyat atau melindungi praktik korupsi,"ucap Prabowo dikutib dari detik.com.
Prabowo menyerukan agar para intelektual menjadi bagian dari perjuangan nasional dengan semangat patriotisme dan keberpihakan kepada rakyat.
“Sekarang saatnya para teknokrat, ilmuwan, insinyur, profesor menjadi pembela rakyat, menjadi bagian dari perjuangan bangsa,”tegas Prabowo.
Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual merupakan amanah besar yang harus dipakai untuk kemajuan bangsa, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurut Prabowo, praktik penyalahgunaan keahlian untuk menutupi korupsi, perampokan sumber daya, hingga memperkaya pihak asing merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan nasional.
Presiden menegaskan dirinya tidak memiliki kebencian terhadap bangsa lain, namun menolak jika kekayaan alam Indonesia terus mengalir keluar negeri tanpa memberi manfaat besar bagi rakyat.
“Kita tidak membenci bangsa lain, tetapi kita tidak ingin rakyat kita terus hidup dalam kemiskinan karena kekayaan bangsa mengalir keluar,”ujarnya.
Prabowo juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi orang-orang cerdas yang tidak memiliki semangat patriotisme.



