CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Aksi tawuran antar pelajar terjadi di Kota Jayapura, Jumat (30/1/2026) siang.
Dari pantauan ceposonline.com di lokasi, aksi tawuran itu terjadi antara pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Jayapura dan Sekolah Menengah Atas (SMA) YPPK Taruna Dharma Kotaraja.
Aksi tawuran ini terjadi di jalan raya depan SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja. Tampak rombongan pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Jayapura, menggunakan seragam olahraga bercorak merah berlari sembari melempar batu ke arah lawannya.
Akibatnya, beberapa jendela kaca milik kantor Yayasan katolik itu pecah. Selain itu batu yang dilempari para pelajar tersebut turut mengenai kendaraan yang sedang melintas. Atas kejadian itu, arus lalulintas di sekitar lokasi kejadian terjadi kemacetan panjang.
Kondisi ini pun menimbulkan keresahan dari warga setempat terutama para pengendara saat itu. Kepada Ceposonline.com Ismail (36) warga Abepura mengaku kesal dengan perilaku ratusan siswa itu. Menurutnya tindak tersebut dilakukan oleh segerombolan pelajaran itu tidak mencerminkan siswa yang terdidik.
"Tindakan para siswa ini mencerminkan buruknya kualitas pendidikan siswa sekarang ini. Disini peran kepala sekolah terutama para guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dipertanyakan, ini tugas mereka," tandas Ismail.
Warga lain yang tidak ingin namanya disebut mengaku aksi tawuran itu sering terjadi antar kedua sekolah tersebut. Biasanya kata dia yang lebih dulu mulai melakukan aksi tawuran itu siswa dari SMK Negeri 3 Jayapura.
"Sekolah itu (SMKN 3 Jayapura) sering mendapatkan teguran dari dinas pendidikan kota Jayapura karena sering ikut campur masalah sekolah lain. Kejadian ini saja tadi mereka yang lebih dulu melakukan pelemparan," ungkapnya dengan nada kesal.
"Sudah sering begini, makanya kita warga sini jengkel setiap ada tawuran. Karena kita sendiri yang ngusirin mereka buat bubar," ucapnya.
Ia berharap agar tawuran tidak terus terulang, warga berahap polisi melakukan pengamanan di jam dan hari rawan tawuran di kawasan tersebut. Warga khawatir bila upaya pencegahan tidak dilakukan, tawuran pelajar bakal lebih sering terjadi.
Terlebih bila sampai melukai pengendara yang melintas korban jiwa. "Warga sudah sering bubarin tapi mereka masih saja tawuran. Tolong (polisi) dibantu saja biar aman, biar enggak meresahkan warga," tuturnya.
Wakapolsek Abepura, AKP Frengky Rumbiak, SH., mengungkapkan bahwa tawuran itu bermula saat siswa SMK Negeri 3 Jayapura tiba-tiba datang menyerang SMA YPPK Taruna Dharma dengan melakukan pelemparan dan pengrusakan perpustakaan dan ruangan kelas dengan menggunakan botol dan batu.
"Akibat hal kejadian tersebut guru melerai namun dihiraukan dan Siswa SMA YPPK Taruna Dharma melakukan aksi balasan sehingga terjadi aksi tawuran antar pelajar," ungkap kapolsek kepada ceposonline.com di tempat kejadian perkara, Jumat (30/1/2026).
Lanjut Wakapolsek menjelaskan berdasarkan keterangan dari Yohanes Kafiar, Wakil Kepala Sekolah SMK N 3 Jayapura menjelaskan kejadian ini berawal dari pemalakan yang di lakukan oleh siswa SMA YPPK Taruna Darma Jayapura kepada siswa SMK N 3 Jayapura.
Ia (Wakasek) mengaku pihaknya telah menyampaikan permintamaaf kepada pihak SMA YPPK Taruna Dharma Jayapura atas peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Taruna Dharma Jayapura Oktavinus Payung Rantetau, S.T mengaku anak muridnya telah melakukan pemalakan, namun pihaknya tidak mengetahui terkait itu.
"Kami harapkan permasalahan ini cepat diselesaikan dan kami akan memanggil siswa yang diduga awal permasalahan dan kami minta juga kepada pihak kepolisian melakukan patroli di jam masuk sekolah dan jam pulang sekolah untuk mencegah terjadinya aksi yang sama terjadi kembali," kata kepsek. (*)