Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Paling Banyak Diselundupkan dari Pelabuhan Jayapura, Ini Jenis Satwa Dilindungi yang Sering Dikirim ke Luar Papua

Agung Trihandono • 2026-01-26 10:48:41
Aktifitas penumpang  di pelabuhan laut Jayapura. BPHIT Papua mencatat selama tahun 2025 upaya penyelundupan hewan, ikan dan tumbuhan paling banyak terjadi di pelabuhan Jayapura. (DOK/CEPOSONLINE)
Aktifitas penumpang di pelabuhan laut Jayapura. BPHIT Papua mencatat selama tahun 2025 upaya penyelundupan hewan, ikan dan tumbuhan paling banyak terjadi di pelabuhan Jayapura. (DOK/CEPOSONLINE)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Pelabuhan Jayapura sebagai pintu keluar masuk Papua selama tahun 2025 masih marak dengan upaya penyelundupan. Tak hanya barang-barang ilegal seperti minuman keras dan Narkoba, namun juga berbagai jenis binatang dan tumbuhan, termasuk satwa yang dilindungi.

  Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBHIT) Papua melalui Katimja BBKHIT Papua, Drh. Nyoman Alit menyebut sepanjang tahun 2025, BBHIT mencatat capaian signifikan dalam pelindungan sumber daya alam hayati, menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat daya saing komoditas dari tingkat daerah hingga nasional.

  “Sepanjang tahun 2025, BBKHIT Papua telah melakukan 225 tindakan karantina berupa penahanan, penolakan, dan pemusnahan terhadap komoditas berisiko tinggi.’’ Ungkap Nyoman Alit

 Menurutnya, komoditas yang paling sering ditindak berbagai jenis hewan antara lain Burung Cenderawasih, berbagai jenis Nuri, Ayam, bebek, burung Pipit, kucing hingga kangguru.

  Dari jenis komoditas tersebut yang paling banyak ditemukan di lapangan oleh BBHIT Papua adalah burung Pipit dengan total (135) ekor. Kemudian Nuri Stella (39) ekor, Ayam (11) ekor dan Kucing (13) ekor. Penahanan itu dilakukan BBKHIT Papua sering terjadi di wilayah pelabuhan laut.

  Untuk diketahui penyelundupan ini, terbanyak ditemukan di pelabuhan Jayapura dengan total komoditas sebanyak 220 penindakan, lima (5) terjadi di pelabuhan Biak dan Serui.

"Jumlah penahanan selama tahun 2025 Sebanyak 18 kali, jumlah penolakan selama tahun 2025 sebanyak 1 kali, jumlah pemusnahan selama tahun 2025 sebanyak 7 kali, dan jumlah serah terima MP Satwa liar dan dilindungi 9 kali," ungkap Alit.

  Langkah pencegahan tersebut dinilai sangat penting untuk menghindari potensi kerugian ekonomi berskala besar. Karena itu, BBKHIT Papua melakukan pencegahan di hulu terlebih dahulu dibandingkan penanganan ketika wabah sudah menyebar.

"Jumlah penahanan selama tahun 2025 Sebanyak 18 kali, jumlah penolakan selama tahun 2025 sebanyak 1 kali, jumlah pemusnahan selama tahun 2025 sebanyak 7 kali, dan jumlah serah terima MP Satwa liar dan dilindungi 9 kali," ungkap Alit. (*)

Editor : Agung Trihandono
#kota jayapura #Pelabuhan Jayapura #barang ilegal