Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Ini Bahayanya Jika Hewan dan Tumbuhan Diselundupkan, Tanpa Pengawasan Balai Karantina

Agung Trihandono • 2026-01-26 10:48:49

 

Katimja BBKHIT Papua, Drh. Nyoman Alit (kanan) (Ceposonline.com/Jimianus Karlodi)
Katimja BBKHIT Papua, Drh. Nyoman Alit (kanan) (Ceposonline.com/Jimianus Karlodi)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBHIT) Papua melalui Katimja BBKHIT Papua, Drh. Nyoman Alit menegaskan bahwa karantina memiliki peran strategis sebagai sistem pertahanan negara nonmiliter sekaligus instrumen strategis penggerak ekonomi nasional di daerah.

Alit menyampaikan bahwa karantina memiliki posisi krusial dalam kedaulatan pangan dengan mendukung swasembada serta menjaga lingkungan dari ancaman hama dan penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan yang dapat berdampak terhadap ekonomi dan sosial.

“Karantina bukan hanya urusan teknis di tempat pemasukan dan pengeluaran. Karantina adalah bagian dari sistem pertahanan yang bertugas melindungi sumber daya alam hayati dan ketahanan pangan nasional dari risiko masuk serta tersebarnya hama penyakit,” jelas alit.

Oleh karena itu, langkah pencegahan masuknya hewan, ikan dan tumbuhan secara ilegal ini sangat penting. Lebih-lebih yang membawa penyakit menular hewan dan tumbuhan.

Langkah pencegahan tersebut dinilai sangat penting untuk menghindari potensi kerugian ekonomi berskala besar. Karena itu, BBKHIT Papua melakukan pencegahan di hulu terlebih dahulu dibandingkan penanganan ketika wabah sudah menyebar.

"Jumlah penahanan selama tahun 2025 Sebanyak 18 kali, jumlah penolakan selama tahun 2025 sebanyak 1 kali, jumlah pemusnahan selama tahun 2025 sebanyak 7 kali, dan jumlah serah terima MP Satwa liar dan dilindungi 9 kali," ungkap Alit.

Memasuki tahun 2026, BBKHIT Papua akan meningkatkan digitalisasi layanan karantina, pengembangan SDM karantina, dan refitalisasi laboratorium tetap berjalan. Ini dilakukan BBKHIT untuk mendukung asta cita Presiden dan program strategis nasional.

“Ke depan, fokus kami adalah mencegah risiko sejak sebelum komoditas masuk ke wilayah Papua. Serta terus memperkuat pelindungan terhadap semua jenis komoditas yang masuk maupun keluar dari Papua,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#hewan #balai karantina #Tumbuhan #Ceposonline.com #kota jayapura