CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Malam tahun baru atau pergantian tahun, sering dijadikan sebagian kalangan sebagai momen menggelar party atau pesta-pesta. Tidak hanya sekadar bakar-bakar daging, ayam, ikan dan sebagainya, tapi dalam momen tersebut juga ada party khusus.
Di Kota Jayapura, moment pergantian tahun itu sering diisi oleh masyarakat, terutama kalangan generasi muda atau milenial dengan bersenang-senang yang sebagian komunitas anak muda.
Tidak hanya berkumpul ria saja, tapi sebagian ada yang menggelar kegiatan negatif. Seperti halnya party di tempat hiburan malam, di hotel atau wisma, juga ada sebagian komunitas motor melakukan aksi balap liar.
Antisipasi terkait itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak meminta kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda atau milenial, agar merayakan pergantian tahun 2025 nanti, dengan kegiatan positif.
Ini disampaikan Deli untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi kepada para pelajar dalam mengisi waktu liburannya. Ia mengajak untuk tidak berlebihan dalam menyambut malam pergantian tahun.
Pesatnya meskipun malam pergantian tahun adalah moment sepesial, namun yang menjadi diutamakan adalah keselamatan dan menjaga diri dari perilaku yang tak diinginkan terjadi.
"Hindari kegiatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jangan terlibat dalam perilaku yang tidak diinginkan, seperti minum-minuman keras atau tindakan yang tidak pantas," pesan Deli saat di konfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (31/12/2025).
Karena itu ia meminta kepada pemerintah Kota Jayapura dan aparat kepolisian untuk memastikan keamanan terhadap masyarakat terutama kalangan pelajar.
Menurutnya himbauan ini akan berjalan dengan baik, apabila peran orangtua benar-benar mengawasi anak-anaknya. Apalagi jangan sampai memberikan kendaraan kepada anak, di malam tahun baru tersebut. Karena itu berpotensi membahayakan.
Selain bisa kecelakaan, juga bisa terpengaruh dari teman-temannya hal-hal negatif. Termasuk diajak pesta narkoba, miras dan perbuatan negatif lainnya.
"Kami ingin anak-anak kita merayakan tahun baru dengan gembira dan aman, bukan dengan risiko dan bahaya," harapnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw