CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Kasus kematian ibu hamil bersama bayi dalam kandungannya yang dialami Martha Ngurmetan nampaknya tak berhenti begitu saja. Pihak keluarga keberatan dengan alasan yang disampaikan pihak rumah sakit maupun dokter.
Kasus ini diminta ditelusuri dan dilanjutkan apakah ada unsur kelalaian atau sudah sesuai standar operasional. Para pihak juga telah dipertemukan baik dari keluarga pasien maupun pihak rumah sakit dan dokter yang menangani pasien.
Keluarga pasien menganggap ada kelalaian dari dokter mengingat pasien selama kurang lebih 17 jam tidak ditangani sejak masuk ke rumah sakit.
akhirnya mempertemukan para pihak. Baik itu dari keluarga pasien, pihak rumah sakit maupun dokter termasuk dari Kumdam XVII Cenderawasih. Pertemuan pada Senin (30/12) di RS Marthen Indey ini dimulai dengan mendengarkan kronologis kemudian dikonfirmasi kembali kepada pihak keluarga hingga akhirnya memunculkan pernyataan.
Pihak keluarga pasien ingin mendorong kasus ini untuk ditelusuri lebih jauh karena menganggap ada bentuk kelalaian sehingga meminta dilanjutkan ke proses hukum. Jenasah Almarhum Martha Ngurmetan dan bayi dalam kandungannya juga telah dimakamkan di dimakamkan di TPU Kristen Tanah Hitam pukul 16.00 WIT.
Pihak keluarga mengaku kecewa dengan penanganan medis di RS Marthen Indey mengingat sejak pasien masuk pada Jumat (26/12) sekira pukul 09.20 WIT hingga pasien menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (27/12) tak sekalipun disentuh dokter.
"Kami kecewa sekali harusnya pasien tidak dibiarkan. Di ruang bersalin ia hanya sendiri. Harusnya ia (dokter) tetap disitu sebab ia yang merujuk. Andai saja dokter sempatkan diri datang mungkin ceritanya tidak seperti ini," beber Frans Koromat ayah mertua dari keluarga almarhum saat dihubungi via telepon, Senin (30/12).
Suami almarhum dalam pertemuan itu juga meminta kasus ini dilanjutkan ke penyelidikan. "Tadi suami almarhum sampaikan begitu dan kami mendukung," tambahnya. Soal penyebab, emboli air ketuban menurut Frans jika pasien ditangani dokter lebih awal diyakini situasinya akan berbeda.
"Karena dokter memiliki rekam medik pasien sehingga pasti paham. Tapi inikan sampai kondisi kritis dan meninggal ternyata tidak ditangani langsung," tambahnya. Adik kandung almarhum, Yermina Ngurmetan juga membenarkan. "Kami keluarga satu suara meminta ini dilanjutkan," singkatnya tadi malam. "Suami almarhum sudah sampaikan begitu (proses lanjut) dan kami mendukung," imbuhnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser