Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

DPR Papua Desak Dinas PUPR Lakukan Mitigasi Serius terhadap Longsor di Ringroad Kota Jayapura: Jangan Cuma Bersih-bersih Material!

Karolus Daot • Sabtu, 8 November 2025 - 11:12 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Edward Norman Banua CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Edward Norman Banua CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Penanganan longsor yang terjadi di ruas Jalan Ring Road Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua beberapa hari belakangan ini telah menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah titik.

Penutupan sementara akses jalan tersebut untuk proses pembersihan material longsor menimbulkan antrean kendaraan yang mengular di ruas Jalan Hamadi–Lampu Merah Hamadi, hingga jalur Entrop menuju Abepura, khususnya di kawasan Skyline. 

Situasi ini diperparah oleh tidak adanya petugas pengatur lalu lintas maupun papan pemberitahuan di traffic light Hamadi yang menginformasikan penutupan jalan.

Akibatnya, banyak pengendara yang terpaksa berputar balik secara mendadak, menambah parah kemacetan di sejumlah ruas jalan utama. Kondisi ini membuat sebagian pengguna jalan harus menempuh waktu tempuh yang jauh lebih lama dari biasanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Edward Norman Banua, menyoroti penanganan longsor tersebut dan meminta agar Dinas PUPR melakukan langkah penanganan yang lebih matang dan berkelanjutan, bukan hanya pembersihan material di permukaan jalan.

"Dalam tiga minggu terakhir, intensitas hujan di Kota Jayapura cukup tinggi.”

“Akibatnya, beberapa ruas jalan mengalami longsor, termasuk di kawasan Ring Road Hamadi ini.”

“Dan ini bukan pertama kali terjadi, sudah berkali-kali kawasan tersebut dilanda longsor," ujar Norman di Jayapura, Jumat (7/11/2025).

Ia menegaskan, penanganan yang dilakukan PUPR tidak boleh bersifat sementara. 

Perlu dilakukan mitigasi serius terhadap penyebab terjadinya longsor agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

"Kami minta Dinas PUPR jangan hanya membersihkan tanah longsor, tapi juga melakukan kajian teknis dan mitigasi menyeluruh. Karena longsor ini sangat berdampak pada akses masyarakat, dan jika dibiarkan, bisa melumpuhkan mobilitas ekonomi di Kota Jayapura," tegasnya.

Menurutnya, kemacetan panjang yang terjadi akibat penutupan jalan Ring Road menjadi bukti nyata bahwa penanganan longsor tidak cukup dilakukan dengan pembersihan semata. Ia meminta agar Dinas PUPR bekerja cepat dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan longsor di seluruh wilayah Kota Jayapura.

"Kita lihat sendiri, perbaikan longsor di Ring Road membuat beberapa ruas jalan di Jayapura macet parah. Ini harus jadi evaluasi.”

“PUPR perlu kerja cepat, tapi juga harus disertai mitigasi yang tepat di lapangan," tambahnya.

Norman menegaskan bahwa DPR Papua terus mendorong agar perbaikan infrastruktur di Provinsi Papua mendapat perhatian serius, terutama pada objek vital seperti jalan Ring Road Hamadi yang menjadi jalur alternatif penghubung utama antarwilayah kota.

"Pemerintah daerah harus betul-betul memperhatikan masalah longsor di kawasan Ring Road dengan melakukan perbaikan teknis yang menyeluruh.”

“Tujuannya, agar ketika hujan lebat turun, jalan tersebut tidak kembali longsor," ujarnya.

Selain kawasan Hamadi, Norman juga meminta perhatian terhadap ruas jalan lain di wilayah Papua yang memiliki potensi longsor tinggi. 

Ia menilai, mitigasi di titik-titik rawan harus segera dilakukan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa.

"Kalau jalan tertutup longsor, tentu akan berdampak langsung pada ak tivitas ekonomi masyarakat. Perputaran ekonomi bisa melambat karena akses terganggu.”

“Jadi kami minta PUPR segera memetakan dan menangani daerah-daerah rawan longsor dengan langkah yang serius dan terencana," tandasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#ring road #pantai hamadi #DPR Papua #kota jayapura