CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kasus HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global tanpa terkecuali di Provinsi Papua khususnya Kota Jayapura.
Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Papua per 30 September 2024, total kasus HIV-AIDS sebanyak 20.738.
Dari data tersebut, Kota Jayapura duduki posisi teratas dengan jumlah kasus 8.864, disusul Kabupaten Jayapura 5.304 kasus, Biak 3.232 kasus, Kepulauan Yapen 2.037 kasus, Keerom 505 kasus, Waropen 263 kasus, Supiori 253 kasus, Sarmi 205 kasus dan Mamberamo Raya 76 kasus. Jadi total secara keseluruhan untuk Provinsi Papua sebesar 20.738 kasus HIV-AIDS.
Sementara itu, Kabupaten Jayapura merupakan daerah yang paling banyak angka kematian kasus HIV-AIDS dengan jumlah 558, diikuti Kepulauan Yapen 437 kasus, Kota Jayapura 377 kasus, Biak 275 kasus, Keerom 71 kasus, Waropen 69 kasus, Sarmi 39 kasus, Mamberamo 14 kasus dan Supiori 6 kasus, dengan total kematian di 8 kabupaten 1 kota ini sebanyak 1.846.
Jika melihat dari faktor resiko atau penyebab 20.738 kasus ini, Homoseksual atau seks sesama jenis menyumbang 232 kasus, Biseksual (baik lawan jenis maupun sesama jenis) 49 kasus, transfusi darah 23 kasus, ibu ke anak 464 kasus, Heteroseksual (lawan jenis) 19.803 kasus, tidak diketahui 149 kasus, Penggunaan jarum suntik secara bergantian (IDU) sebanyak kasus.
Dari 20.738 kasus ini jika digolongkqn berdasarkan jenis kelamin, masih didominasi oleh kaum hawa atau perempuan, dengan jumlah 11.408 kasus, untuk laki-laki 9.308 kasus dan yang tidak diketahui 22 kasus.
Sedangkan untuk kelompok umur, yang paling tertinggi ada pada usia 25-49 tahun, kemudian usia 20-24 tahun 4.868 kasus, disusul usia 15-19 tahun 1.534 kasus, usia 50 keatas 1.003 kasus, usia 1-4 tahun 503 kasus, tidak diketahui 213 kasus dan usia dibawa 1 satuan sebanyak 83 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan perlu ada dukungan dan partisipasi semua elemen masyarakat dalam menekan laju angka kasus HIV Aids di Kota Jayapura.
"Dinas dan mitra-mitra tidak bisa bekerja sendiri, kami juga butuh dukungan semua pihak," pungkasnya.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser