CEPOSONLINE.COM-JAYAPURA – Nyawa puluhan pasien cuci darah di RSUD Dok Jayapura terancam. Ini setelah pihak managemen menyatakan bahwa ada beberapa bahan termasuk cairan yang biasa digunakan untuk proses cuci darah ternyata mulai habis.
Mirisnya cairan ini memiliki stok terbatas dan hanya bisa untuk dua kali pakai. Pasienpun diminta menunggu hingga akhir bulan September. “Tadi (kemarin) kami mendapat kabar seperti itu, cairannya terbatas dan kami diminta untuk bersabar,” kata Nur, salah satu pasien cuci darah kepada CeposOnline.Com, Senin (2/9) malam.
Ia dan pasien lainnya kaget karena paling tidak harus menunggu 18 hari ke depan sementara pasien cuci darah dalam 4 hari saja sudah lemas. Sesak dan banyak keluhan lainnya. “Kami sudah tanyakan ke managemen katanya distributornya yang menolak memasukkan cairan atau bahan – bahan lain karena pihak rumah sakit masih memiliki banyak hutang. Kami heran kok bisa begini sementara klaim BPJS kami selalu dibayarkan lancar,” sindir Nur.
Nur yang sudah melakukan cuci darah 2 tahun lebih ini khawatir nyawa teman – temannya karena tidak semua bisa berobat di luar Papua karena factor ekonomi. “Bisa saja kami langsung terbang keluar tapi kan tidak semua bisa. Kasihan teman – teman yang lain,” imbuhnya.
Nur dan puluhan pasien lainnya berencana hari ini akan mendatangi kantor DPR Provinsi Papua untuk menyuarakan puluhan nyawa pasien yang terancam karena stok bahan untuk cuci darah terbatas. “Kami mau kemana lagi coba, semoga bisa dibantu,” tutup Nur. (ade)
Editor : Weny Firmansyah