Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Hujan Deras Semalam, Perum Organda Terendam Lagi

Administrator • 2021-10-08 11:00:29
Kapolda Papua  menyematkan tanda pangkat kepada Bintara Polri yang baru saja dilantik di SPN Polda Papua , Senin (28/6) kemarin.(Elfira/Cepos)
Kapolda Papua  menyematkan tanda pangkat kepada Bintara Polri yang baru saja dilantik di SPN Polda Papua , Senin (28/6) kemarin.(Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Hujan deras yang terjadi hampir semalaman dari Rabu (6/10) malam hingga pagi kemarin membuat kawasan perumahan Organda di Padang Bulan kembali terendam banjir. Padahal, warga perumahan Organda  sudah cukup lama merasa tenang tidak ada banjir, bahkan kelompok warga juga berani membuat kolam ikan di drainase samping jalan poros utama yang selama ini jadi langganan banjir.


   Dari pantauan Cenderawasih Pos, Kamis (7/10) pagi sekira pukul 06.00 WIT mendung dan hujan gerimis masih mengguyur. Ruas jalan utama, tepatnya di sekitar jembatan kecil yang selama ini jadi langganan banjir, ketinggian air sudah mencapai di atas lutut orang dewasa.


  Beberapa pengendara motor, terutama para tukang ojek yang hendak melintas di genangan air, terlihat ragu untuk menyeberang, khawatir motor akan mogok di tengah jalan. Sementara motor besar dengan knalpot agak tinggi berani untuk melintas di jalan.


  “Tadi pagi, saya mau berangkat kerja, tukang ojek ragu, tidak berani menyeberang,”ujar Bapak Indri saat hendak berangkat kerja di Perpusda Provinsi Papua.


   Bukan masalah genangan air  saja, yang membuat pengendara ragu untuk menyeberang di genangan air,  tapi juga kondisi jalan yang memang tidak rata, alias sudah berlubang-lubang. “Kalau tidak hati-hati bisa terperosok di lubang, apalagi tepi jalan dengan drainase ini sudah rata,”ujarnya.


  Menurutnya, hujan  Rabu malam memang cukup deras, dan waktunya cukup lama. Biasanya, kalau lama tidak hujan air cepat surut dan tidak sampai menggenang. Namun, kemungkinan saluran air tersumbat, sehingga debit air tidak mengalir lancar dan  tidak sebanding dengan curah hujan, sehingga air mengenang.


Hingga, Kamis (7/10) malam  sekira pukul 19.00 WIT, genangan air memang sudah mulai surut, namun di atas jembatan, air masih  di bawah lutut orang dewasa. Akibat banjir dan genangan air ini, ruas jalan utama Organda memang rusak parah. Aspal sudah tidak kelihatan lagi, dan jalanan berlubang. “Kita ini tinggal di Kota, bukan di pedalaman,  tapi jalan seperti di kolam saja,” ujar ibu Indah, warga  yang lain, yang berharap ada perhatian serius dari pemerintah. (tri)

Editor : Administrator