Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Ternyata Ada 11 Dok di Jayapura Utara Loh! Dulunya Galangan Kapal, Sekarang Jadi Apa?

Gratianus Silas • 2025-03-11 11:10:45
Tampilan Jayapura tempo dulu, tepatnya di wilayah Dok 5 Atas Jayapura.(Instagram/@sejarahpapua1)
Tampilan Jayapura tempo dulu, tepatnya di wilayah Dok 5 Atas Jayapura.(Instagram/@sejarahpapua1)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Pada 27 Desember 1949, kedaulatan Indonesia resmi diakui.

Demikian, kewenangan residensi Nugini, termasuk sebagai HGB (Hoofd van het Gewestelijk Bestuur) atau kepala pemerintahan wilayah administratif, tertuang dengan jabatan baru menjadi Gubernur Nugini Belanda.

Gubernemen Nugini Belanda ini beribukota di Hollandia yang kini dikenal Kota Jayapura.

Dalam membangun fisik Kota Hollandia, Belanda melanjutkan pekerjaan yang telah dirintis oleh tentara Jepang dan Sekutu di masa perang.

Gubernur Nugini Belanda mempekerjakan tukang bangunan dari Pulau Biak dan penduduk sekitar Jayapura.

Satu pekerjaan di antaranya menata kembali “dok-dok” yang dulunya dibangun tentara Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur.

Dewasa ini, toponim dock atau dok masih digunakan.

Lokasinya tertelak di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Dok-dok ini dapat disusuri mulai dari Kantor Gubernur Papua (Dok 2) hingga ke Pasar Ikan Dok 9.

Jika kini umumnya diketahui ada 9 dok, nyatanya Sekutu membangun sebanyak 11 dok di wilayah Noordwijk (utara) dari Hollandia Haven (Kota Jayapura).

Dari 11 dok ini, dua milik Angkatan Laut, yakni Werf dan Base G.

Sedangkan 9 dok lainnya milik Angkatan Darat yang diberi nama secara terpisah menurut nomor urut.

Baca Juga: Ini Satu-satunya Anak Papua di Timnas Indonesia Besutan Patrick Kluivert

Werf

Dok pertama adalah Werf.

Werf berasal dari Bahasa Belanda yang bermakna galangan.

Seperti maknanya, Werf merupakan tempat galangan kapal di kompleks Pelabuhan Jayapura.

Galangan kapal ini diberi nama Destroyer Repair Base karena fungsinya untuk melakukan perbaikan ringan pada kapal perusak atau torpedo.

Toponim Werf masih digunakan saat ini dengan pelafalan Weref.

Lokasi juga masih sama di kompleks Pelabuhan Jayapura.

Di wilayah ini dibangun Den Jasa Ang Bekangdam XVII/Cenderawasih, serta pula pemukiman warga.

Tampilan Jayapura tempo dulu, tepatnya di wilayah Werf atau Weref Kota Jayapura.(Instagram/@sejarahpapua1)
Tampilan Jayapura tempo dulu, tepatnya di wilayah Werf atau Weref Kota Jayapura.(Instagram/@sejarahpapua1)

Dok 2

Dok 2 dibangun dengan tiga jalur, yakni atas, tengah, dan bawah.

Di Dok 2 Atas dibangun Centraal Ziekenhuis (Rumah Sakit Umum Pusat), Kantor De Dienst van de Malariabestrijding (Kantor Pemberantasan Malaria), dan Hogere Mantri Verplegingschool (SMA Keperawatan).

Adapun Centraal Ziekenhuis merupakan cikal bakal dari RSUD Jayapura yang ada saat ini.

Sedangkan Hogere Mantri Verplegingschool merupakan cikal bakal dari SMK Kesehatan yang ada saat ini.

Kemudian, Dok 2 Tengah “Bovenweg dibangun jalan yang berbelok-belok, dengan sedikit tanjakan dan turunan, menuju Julianaweg (sekarang Jalan Trikora) di Dok 5 Atas, melewati perumahan di van Heutz Camp (sekarang Bhayangkara).

Sementara jalur Dok 2 Bawah disebut Strandweg (menurun, ke tepi laut).

Di Dok 2 Bawah dibangun Perkantoran Gubernur yang merupakan bekas tempat penampungan barang-barang dan quonset-quonset peninggalan tentara Sekutu.

Toponim Dok 2 masih digunakan hingga kini.

Wilayah ini dikenal juga sebagai Kupang, akronim dari Kursi Panjang, yang dibangun di sepanjang Dok 2, persis di depan Kantor Gubernur

Kupang terkenal sebagai tempat rekreasi paling low budget di Kota Jayapura.

Tak ayal wilayah ini selalu ramai, di mana ada warga yang nongkrong menikati senja, adapula yang jogging, hingga bermain di pantai.

Selain Kantor Gubernur dan Kupang, adapula kafe yang dibangun di wilayah ini.

Dok 4

Dok 4 bisa jadi satu-satunya wilayah yang hingga kini masih difungsikan sebagai “galangan” kapal.

Galangan kapal ini telah dikembangkan menjadi pelabuhan kapal perintis yang dikelola Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Selain itu, telah juga dibangun perkantoran di wilayah ini, seperti Kantor Dinas PUPR Provinsi Papua.

Dulunya, terdapat Kantor Bevolkingsvoorlichting (penerangan penduduk) yang juga dibangun di Dok 4.

Dok 5

Dok 5 terbagi menjadi dua, yakni Dok 5 Atas dan Dok 5 Bawah.

Jayapura tempo dulu, tepatnya di wilayah Dok 5 Atas .(FACEBOOK/KOIBUR REINCHRD)
Jayapura tempo dulu, tepatnya di wilayah Dok 5 Atas .(FACEBOOK/KOIBUR REINCHRD)

Di Dok 5 Bawah, terdapat bangunan penting yang dibangun pada 1951-1954 dan masih ada hingga saat ini. Berikut daftarnya:

Bangunan penting di Dok 5 Atas, yang dibangun pada 1958-an dan masih ada hingga saat ini antara lain:

Dok 7

Sejak 1950-an, Dok 7 telah diproyeksikan sebagai pusat kegiatan perikanan.

Hingga kini, toponim Dok 7 masih tetap digunakan.

Wilayah ini juga masih menjadi pusat kegiatan perikanan.

Terbukti dengan dibangunnya Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua.

Terdapat juga para pedagang ikan yang berjualan di wilayah ini.

Dok 8

Di Dok 8, terdapat tangki-tangki minyak Perusahaan SCHEEL yang didirikan pada 1955.

Di antara wilayah Dok 7 dan Dok 8 ini juga kemudian dibangun kompleks Pertamina, perusahaan migas milik Pemerintah Indonesia.

Perkembangan Dok 8 sebagai tempat pemukiman berlangsung terus misalnya dengan adanya Taman Kanak-kanak Katolik Roma dan Mgr. Cremersschool (Sekolah Mgr. Cremers).

Dok 9

Setelah kepergian tentara Sekutu, wilayah ini digunakan untuk School tot Opleiding Parachutisten, (SOP, Sekolah Pendidikan Penerjun).

Setelah para siswanya dipindahkan ke Jawa, tempat ini digunakan untuk Opleidingsschool der Algemene Politte (Sekolah Pendidikan Polisi Umum) atau yang kini dikenal dengan SPN (Sekolah Polisi Negara).

Base G

Dok yang terakhir, namun yang paling powerfull adalah Base G.

Base G terletak di wilayah utara Hollandia, di punggung Tanjung Suaja (sekarang Kayu Batu).

Daerah ini dianggap penting bagi strategi perang oleh Sekutu, sehingga diberi nama sandi, Base G, Basis G, atau Pangkalan G.

Toponim Base G masih digunakan saat ini dengan pelafalan Beiji, yang terkenal sebagai tempat berekreasi.

Dok Lainnya

Base G disebut merupakan lanjutan dari dok lainnya, yakni Base F (Finshaffen) yang mungkin berada di wilayah yang terletak lebih ke timur lagi.

Selain dok-dok yang terdaftar di atas, keberadaan dari Dok 3 dan Dok 6 hingga kini belum terkonfirmasi untuk menggenapi 11 dok yang dibangun Sekutu dan ditata kembali oleh Pemerintah Nugini Belanda. (*)

Sumber:

Sejarah Sosial Daerah Irian Jaya dari Hollandia ke Kotabaru 1910 - 1963

Studi Kasus Migrasi di Papua: Perkembangan Kota Hollandia 1944 - 1962

Editor : Gratianus Silas
#Jayapura Utara #Jenderal Douglas MacArthur #hollandia #dok #Toponimi #belanda #Ceposonline.com #angkatan laut #angkatan darat #Jayapura #kota jayapura