CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Kehidupan warga di permukiman Komplek Kloofkamp, Kelurahan Gurabesi, Kota Jayapura, Papua patut menjadi teladan bagi masyarakat lain, terutama mereka yang tinggal di sekitar aliran kali.
Meskipun berada di kawasan padat penduduk, kebersihan kali biru yang melintasi kompleks ini tetap terjaga dengan baik.
Pantauan Cenderawasih Pos Kamis (16/1/2025), menunjukkan air di Kali Biru mengalir jernih meskipun diapit deretan rumah warga.
Pemandangan ini semakin menarik perhatian, pasalnya meski terdapat jemuran pakaian dan barang-barang rumah tangga di pinggir kali, kondisi lingkungan tetap terlihat bersih dan rapi.
Agus Bonai, salah seorang warga setempat menjelaskan bahwa kebersihan Kali Biru terjaga berkat aturan ketat dari ketua RT yang melarang keras warga membuang sampah ke dalam kali.
"Di sini kami sangat taat aturan. Kalau ada yang membuang sampah ke kali, langsung ditegur. RT kami sangat ketat soal ini," ujar Agus.
Agus juga mengungkapkan bahwa kegiatan bersih-bersih kali secara swadaya sering dilakukan oleh warga, terutama saat cuaca cerah. "Kalau lagi tidak hujan, kami turun membersihkan sampah supaya saat hujan deras tidak banjir," katanya.
Meskipun dari luar terlihat kumuh, kehidupan warga Kloofkamp justru menunjukkan kekompakan dan gotong royong yang tinggi. Helena, seorang penghuni kos di kawasan kali biru, menyatakan bahwa lingkungan di sana tidak pernah berbau tak sedap, meskipun berada dekat dengan aliran kali.
"Airnya selalu mengalir, dan kos kami di lantai dua, jadi tidak pernah ada bau tidak sedap," ungkap Helena.
Bahkan, anak-anak di kompleks tersebut sering memanfaatkan kali biru sebagai tempat bermain dan mandi di sore hari.
Namun, Helena juga mengakui bahwa permukiman yang berada di dataran rendah ini rentan terhadap penyakit malaria akibat kurangnya sinar matahari yang masuk ke kawasan tersebut. "Kami sering terkena malaria karena lokasi ini jarang terkena matahari," tambahnya.
Dari segi pengelolaan sampah, warga Kloofkamp menunjukkan disiplin yang tinggi. Helena menjelaskan bahwa sebagian warga membawa sampah mereka saat pergi bekerja, dan sebagian lainnya memanfaatkan layanan mobil pengangkut sampah yang rutin beroperasi di kompleks tersebut.
"Kami selalu menjaga kebersihan, baik di rumah maupun di sekitar kali. Kalau lupa membawa sampah, kami buang di mobil yang mengangkut sampah setiap hari," tutupnya. (*)
Editor : Agung Trihandono