Juga Mengecek Persoalan Perbatasan
CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager langsung mengunjungi Kampung Niliti, Distrik Towe untuk melihat kondisi masyarakat yang terkena musibah angin puting beliung.
Bupati Gusbager butuh perjuangan besar untuk bisa tiba di Kampung Niliti, kampung terjauh yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG).
Dari Kantor Bupati di Arso, butuh waktu 20 jam perjalanan untuk bisa sampai ke Kampung Niliti. 12 jam menggunakan kendaraan roda 4 dan 8 jam menggunakan perahu panjang.
Bahkan Bupati dua periode ini pun terpaksa bermalam dan tidur semalaman dengan masyarakat di sebuah gubuk hutan yang hanya beralaskan nibun dan papan demi menjangkau masyarakat Kampung Neliti.
Menariknya, Bupati Gusbager dalam kunjungan ini tanpa protokol dan pengawalan.
Sekaligus menandakan bahwa Kabupaten Keerom benar-benar aman dan damai.
Kehadiran Bupati Gusbager di Kampung Neliti disambut penuh antusias oleh masyarakat.
Sekaligus menjadi sejarah baru Kampung Niliti, Piter Gusbager merupakan Bupati Keerom pertama yang menginjakkan kaki di kampung tersebut.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu melihat secara dekat puing-puing rumah warga yang habis dirusak oleh angin puting beliung.
Setidaknya ada belasan rumah warga yang rusak parah.
“Saya hadir langsung untuk melihat kondisi masyarakat di sini (Kampung Neliti), saya dapat kabar bahwa banyak rumah warga yang rusak akibat bencana angin puting beliung. Makanya saya hadir,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos, Kamis (18/9/2025).
Bupati Gusbager memberikan langsung bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah. Bahkan ia juga akan membantu pembangunan kampung dengan menyiapkan rumah-rumah warga.
Selain menyerahkan bantuan pembangunan rumah baru, Bupati Gusbager juga menyalurkan bantuan modal UMKM bagi mama-mama asli Papua, pakaian bagi anak-anak hingga orang dewasa, sembako serta bantuan pembangunan gereja.
“Saya titip agar masyarakat bersatu untuk membangun kampung, kampung ini bagus. Kita akan tata kampung ini lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia juga membeberkan bahwa Pemkab Keerom akan kembali menyalurkan bantuan mesin tempel atau jhonson untuk menunjang transportasi Kampung Niliti dan Kampung Bias.
Selain itu, Bupati Gusbager juga mengecek pembangunan sekolah dan rumah-rumah warga.
Ia menyampaikan, Pemkab Keerom akan berupaya membangun sekolah baru dan menyiapkan rumah bagi warga.
Dirinya juga mengecek persoalan batas negara, dimana beberapa waktu lalu terjadi sebuah insiden soal batas negara.
Sehingga dalam waktu dekat, Pemkab Keerom, Pemerintah Provinsi Papua, pusat dan TNI/Polri akan melakukan verifikasi domestik untuk menentukan garis batas kedua negara.
“Saya berharap masyarakat bisa menggeser sedikit wilayah kampung dari wilayah perbatasan, nanti kita akan bangun sama-sama. Dan dalam waktu dekat ada tim yang akan turun melakukan verifikasi domestik,” pungkasnya.
Kemudian bendahara Kampung Niliti, Kamboti Aisih merasa terharu Bupati Gusbager akhirnya bisa hadir di tengah-tengah masyarakat.
“Sejak kampung ini ada, belum pernah ada bupati yang datang. Tapi hari ini bapak Bupati Piter Gusbager hadir. Ini sejarah bagi kampung kami. Untuk kali pertama bupati Keerom datang melihat kampung,” tutupnya. (*).
Editor : Agung Trihandono