CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom, Selasa (7/10/2025), resmi mengumumkan hasil Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024.
Dari total 588 peserta yang mengikuti SKB, sebanyak 462 orang dinyatakan lulus dan siap mengabdikan diri di lingkungan Pemkab Keerom.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager dan didampingi Wakil Bupati Keerom, Daud.
Bupati Gusbager mengonfirmasi bahwa para pelamar yang lulus kini dapat segera mengecek hasilnya melalui akun masing-masing.
"Selamat dan sukses atas perjuangan dan kerja sama kita semua bagi yang lulus. Siap-siap untuk menjadi CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom," ungkap Bupati Gusbager.
Ia juga meminta para CPNS yang baru lulus untuk segera melengkapi kelengkapan administrasi seperti riwayat hidup dan dokumen lainnya secara daring.
Setelah proses administrasi selesai, Pemkab Keerom akan segera memproses Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi 462 pelamar tersebut untuk kemudian ditetapkan sebagai CPNS.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menjelaskan bahwa hasil ini sudah sesuai dengan peraturan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sesuai kategori OAP dan Non-OAP.
“Bagi Orang Asli Papua (OAP) yang tidak lulus, ini dikarenakan nilai mereka berada di bawah peringkat terbaik yang diharapkan. Sementara bagi Non-OAP, ketidaklulusan disebabkan nilai mereka berada di bawah ambang batas (passing grade) yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Bupati Gusbager berharap kepada yang belum lulus tidak kecewa dan tetap semangat dan optimis.
Sebab kabar baik juga datang bagi mereka yang belum berhasil.
Pemkab Keerom di bawah kepemimpinan PG-Daud akan kembali mengusulkan formasi tambahan kepada Pemerintah Pusat.
Usulan ini rencananya akan disampaikan pada akhir Oktober atau awal November mendatang.
"Kami prioritaskan mereka yang belum lulus, baik anak Keerom OAP maupun non-OAP," ucapnya.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi.
Dirinya mempersilakan penyampaian pendapat dilakukan dengan cara yang santun, dan Pemkab Keerom sangat menghormati hal tersebut. (*).
Editor : Lucky Ireeuw