CEPOSONLINE.COM, SENTANI-Pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, menyatakan siap menanggung biaya pengobatan warga yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diduga berkaitan dengan program tersebut.
Kuasa Hukum Yayasan Kasih Iman Samuel (KIS) Papua pengelola dapur MBG Depapre
Yansen Marudut mengatakan, pihaknya turut prihatin atas kejadian yang terjadi dan menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Untuk biaya pengobatan, kami siap menanggung seluruh biaya pasien yang terdampak,” katanya kepada wartawan di Sentani, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, dapur tersebut pada hari kejadian menyiapkan sekitar 2.200 porsi makanan yang didistribusikan ke sejumlah sekolah dan posyandu dan data sementara yang terkena dugaan keracunan MBG sekira 200 orang atau 10.10 persen dan telah dilakukan perawatan di pelayanan kesehatan di Kabupaten Jayapura ada di RSUD Yowari dan Puskemas lainnya termasuk di salah satu RS Kota Jayapura.
Dijelaskan, menu yang disiapkan terdiri dari telur, tempe, jagung, pakcoy dan buah semangka. Namun, pihak yayasan belum dapat memastikan apakah makanan tersebut menjadi penyebab keluhan kesehatan yang dialami warga.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Jadi, belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian ini,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah pasien telah mendapat penanganan di beberapa fasilitas kesehatan. Sebagian pasien bahkan sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan dan pemantauan.
Ia juga mengatakan beberapa pekerja di dapur telah dimintai keterangan oleh kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.
“Apapun hasil investigasi dari kepolisian maupun BGN, kami siap menerima dan mengikuti prosesnya,” katanya.
Diakui, untuk sementara, pelayanan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Depapre dihentikan. Penghentian dilakukan sambil menunggu proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk sementara kami belum bisa melayani sampai informasi mengenai kejadian ini jelas dan ada hasil pemeriksaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap hari pihak dapur menyiapkan sampel makanan sebagai bagian dari prosedur standar. Sampel tersebut nantinya dapat digunakan untuk pemeriksaan apabila terjadi masalah terkait makanan.
Terkait distribusi, dapur tersebut melayani sejumlah sekolah dan kelompok masyarakat di wilayah Depapre dan sekitarnya. Di antaranya SD YPK Tablanusu, SD Inpres Depapre, SMP Negeri 1 Depapre, SMK Negeri 3 Kemaritiman Depapre serta sejumlah PAUD dan posyandu.
Ia menjelaskan, menu makanan untuk setiap kelompok usia tidak selalu sama. Menu disesuaikan dengan standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan rekomendasi ahli gizi.
“Kami menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian dan menunggu hasil laboratorium. Kami berharap masyarakat tidak berspekulasi sebelum ada hasil pemeriksaan resmi,” jelasnya.(*)
Editor : Lucky Ireeuw