CEPOSONLINE.COM, SENTANI-Kabupaten Jayapura dipilih sebagai lokasi awal sosialisasi program promosi dan edukasi Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai memiliki inovasi dalam pelaksanaan program tersebut.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan, mengatakan pelaksanaan MBG di Kabupaten Jayapura sebelumnya juga mendapat perhatian dari UNICEF dan delegasi Tiongkok.
“Kabupaten Jayapura sebelumnya telah mendapat perhatian dari UNICEF dan delegasi Tiongkok karena keberhasilan pelaksanaan program MBG,” ujarnya.
Menurut Gunalan, kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan 23 modul promosi dan edukasi yang akan dipelajari petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepala dapur, ahli gizi hingga tenaga akuntansi agar mampu menjadi agen edukasi di masyarakat.
Dari hasil kunjungan tersebut, terdapat enam testimoni positif, salah satunya meningkatnya minat siswa datang ke sekolah karena tertarik mendapatkan menu MBG.
“Testimoni dari Jayapura ini kami sebarkan ke seluruh Indonesia sebagai penyemangat bahwa Kabupaten Jayapura mampu memberikan kontribusi yang baik terhadap program MBG,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 24 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Jayapura dan seluruhnya dalam kondisi baik.
Namun demikian, pihaknya masih menemukan kendala pada variasi menu makanan yang dinilai masih terbatas, yakni sekitar lima hingga tujuh menu.
Menurut Gunalan, keterbatasan variasi menu dapat membuat anak-anak merasa bosan sehingga pihaknya mendorong para ahli gizi untuk menciptakan menu yang lebih beragam seperti di sejumlah sekolah di Pulau Jawa yang telah memiliki 20 hingga 30 variasi menu secara bergilir setiap hari.
“Tantangan utama yang dihadapi adalah sulitnya distribusi bahan baku akibat kondisi geografis,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya akan mendorong pengembangan menu berbasis kearifan lokal agar bahan pangan yang tersedia di daerah dapat dimanfaatkan sebagai menu MBG yang tetap disukai anak-anak.(*)
Editor : Elfira Halifa