CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, turun langsung meninjau kondisi jalan rusak di kawasan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (27/2/2026) siang.
Peninjauan ini sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat selama ini. Termasuk memastikan ruas jalan yang rusak untuk diperbaiki.
Sementara itu, jalan rusak di Koya Barat tersebut memang sudah banyak dikeluhkan oleh warga baik mereka yang tinggal di daerah tersebut maupun warga yang melintas.
"Ya, kerusakan jalan ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, baik akses transportasi, distribusi barang, maupun mobilitas anak sekolah,"ucap Abisai Rollo.
Sementara itu dalam kunjungannya, Wali Kota melihat langsung sejumlah titik jalan yang berlubang dan mengalami kerusakan cukup parah.
"Ada sekitar 4 titik yang sudah rusak parah, kemudian ada yang sudah berlobang, sehingga butuh segera diperbaiki kembali,"ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap kondisi infrastruktur yang berdampak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
“Kita tidak ingin masyarakat terus terganggu dengan kondisi jalan seperti ini. Pemerintah hadir untuk memastikan akses masyarakat tetap lancar dan aman,”kata Abisai Rollo di sela-sela peninjauan.
Abisai Rollo memastikan, perbaikan jalan di Koya Barat akan segera masuk dalam agenda prioritas pembangunan.
Pemerintah Kota Jayapura melalui dinas teknis terkait diminta untuk segera melakukan pendataan dan perhitungan teknis agar proses pembangunan bisa segera direalisasikan.
"Kalau tidak ada halangan mungkin mulai bulan Maret nanti sudah mulai dikerjakan,"jelasnya.
Menurutnya, infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jika akses jalan baik, maka aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan juga akan berjalan optimal.
Abisai Rollo berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas kembali normal, terutama saat musim hujan yang kerap memperparah kerusakan jalan.
ABR menegaskan komitmennya untuk membangun wilayah Koya Barat secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke wilayah perbatasan kota.
“Pembangunan harus dirasakan semua masyarakat, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga sampai ke wilayah pinggiran ini,"tutup ABR. (*)
Editor : Weny Firmansyah