CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Gagalnya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berdampak instan ke pasar global.
Dikutip dari radarmadiun.jawapos.com, harga emas dan perak kompak terperosok pada awal perdagangan pekan ini seiring meroketnya nilai tukar dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan Senin (13/4) pagi, harga emas dilaporkan ambruk 2,01 persen ke level US$ 4.651,94 per troy ons.
Nasib serupa dialami perak yang jatuh lebih dalam hingga 3,4 persen menjadi US$ 73,3 per troy ons. Pelemahan ini tak lepas dari melesatnya indeks dolar AS ke angka 99,13.
Runtuhnya harga logam mulia secara signifikan ini dipicu memuncaknya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah.
Negosiasi Washington dan Teheran di Pakistan dipastikan buntu.
Presiden Donald Trump menuding Iran enggan melepas ambisi nuklirnya, sementara Teheran berkeras bahwa AS menuntut syarat yang terlalu maksimalis.
Buntut kegagalan kompromi ini, militer AS berencana memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran mulai Senin (13/4) pukul 21.00 WIB.
Kuatnya nilai dolar AS membuat harga emas tertekan.
Di sisi lain, ketidakpastian pasar global ini juga menekan permintaan industri terhadap perak, sehingga membuat pamor logam mulia meredup di hadapan daya tarik dolar AS. (*)
Editor : Weny Firmansyah