CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Iran mulai melancarkan serangan balasan besar-besaran setelah serangan militer yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
Akibat serangan tersebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei serta sejumlah tokoh penting negara tewas dalam serangan udara tersebut.
Sementara itu serangan balasan dari Iran ini menandai eskalasi konflik militer terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Adapun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan gelombang baru serangan rudal dan drone terhadap target militer AS dan Israel di wilayah Timur Tengah.
Serangan ini sebagai bentuk pembalasan terhadap apa yang mereka sebut sebagai agresi brutal oleh Washington dan Tel Aviv.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah meluncurkan gelombang serangan keenam berupa rudal dan drone berskala besar.
“Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai,” kata pernyataan resmi IRGC yang dikutip dari media Iran.
Menurut laporan, 27 pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dan sekitarnya menjadi sasaran serangan rudal Iran, termasuk fasilitas strategis yang menampung pasukan dan peralatan militer AS.
Selain itu, serangan juga dilancarkan ke wilayah Israel, dengan pangkalan udara Tel Nof, markas komando tentara di HaKirya, Tel Aviv, serta kompleks industri pertahanan di kota itu menjadi bagian dari target yang diserang.
Ledakan akibat serangan balasan Iran dilaporkan terdengar di kota-kota besar di kawasan Teluk Arab, seperti Dubai (Uni Emirat Arab) dan Doha (Qatar), menunjukkan luasnya dampak serangan ini dan kekuatan senjata yang diluncurkan.
IRGC menyatakan bahwa operasi ini akan berlanjut tanpa henti sampai musuh kalah secara signifikan, dan menegaskan bahwa semua basis militer AS maupun target Israel di kawasan dianggap sebagai sasaran sah dalam konflik ini.
Serangan balasan Iran ini berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat setelah serangan gabungan AS–Israel ke sejumlah kota dan instalasi militer di Iran pekan lalu, yang menimbulkan kerusakan besar dan korban di kalangan warga sipil maupun militer.
Adapun piihak internasional kini mengamati dengan cermat perkembangan situasi ini, mengingat potensi konflik regional yang lebih luas dan dampaknya terhadap stabilitas politik dan ekonomi dunia. (*).
Editor : Yohanes Palen