Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Iran Bentuk Dewan Tiga Serangkai, Mekanisme Transisi Kepemimpinan Usai Gugurnya Ali Khamenei

Yohanes Palen • 2026-03-01 17:05:33

Ali Khamenei. (PRESSTV)
Ali Khamenei. (PRESSTV)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Republik Islam Iran resmi mengumumkan mekanisme transisi kepemimpinan menyusul laporan kematian Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2) dini hari waktu setempat.

 

Situasi tersebut memaksa otoritas di Teheran bergerak cepat untuk memastikan stabilitas politik dan keamanan nasional tetap terjaga di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung.

 

Mengutip laporan Al Jazeera, kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), menyampaikan bahwa sebuah dewan beranggotakan tiga orang akan mengambil alih seluruh tugas kepemimpinan negara untuk sementara waktu.

 

Dewan transisi tersebut dibentuk berdasarkan protokol konstitusi dalam kondisi darurat guna mencegah terjadinya kekosongan kekuasaan (power vacuum) yang berpotensi memicu ketidakpastian politik di dalam negeri.

 

Sesuai ketentuan konstitusi Iran, tiga pejabat tinggi negara yang akan memimpin jalannya pemerintahan sementara adalah:

 

1. Presiden Iran, sebagai kepala eksekutif yang menjalankan roda pemerintahan sehari-hari.

 

2. Kepala Kehakiman (Ketua Mahkamah Agung), sebagai representasi otoritas hukum tertinggi negara.

 

3. Seorang ulama dari Dewan Garda (Guardian Council), yang bertugas memastikan kebijakan tetap selaras dengan prinsip-prinsip ideologi Republik Islam.

 

Ketiga tokoh ini akan memegang mandat penuh untuk mengelola urusan negara hingga proses pemilihan atau penunjukan Pemimpin Tertinggi yang baru dilaksanakan oleh Assembly of Experts (Majelis Ahli).

 

Sementara itu konstitusi Iran telah secara rinci mengatur mekanisme suksesi apabila Pemimpin Tertinggi meninggal dunia.

 

Dalam skema tersebut, dewan tiga serangkai berfungsi sebagai pemegang otoritas kolektif sementara sampai Majelis Ahli lembaga ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi menetapkan pengganti resmi.

 

Pihak otoritas di Teheran menegaskan bahwa seluruh fungsi kedaulatan negara tetap berjalan normal di bawah pengawasan dewan tersebut.

 

Termasuk komando militer dan pengelolaan kebijakan strategis, meskipun tekanan militer eksternal belum mereda.

 

Transisi ini terjadi dalam situasi yang sangat sensitif. Ketegangan regional meningkat tajam menyusul laporan serangan udara yang disebut-sebut menargetkan pusat pemerintahan dan fasilitas strategis Iran.

 

Pengamat menilai, stabilitas internal Iran dalam beberapa pekan ke depan akan sangat ditentukan oleh soliditas elite politik dan kecepatan Majelis Ahli dalam menetapkan figur Pemimpin Tertinggi yang baru.

 

Sementara itu, masyarakat Iran kini memasuki masa berkabung nasional, sembari menanti arah baru kepemimpinan negara yang selama lebih dari tiga dekade berada di bawah figur Ali Khamenei. (*).

 

Editor : Yohanes Palen
#iran #Ali Khamenei wafat