Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

AS Serang Venezuela, Pakar Sebut Tujuan Utama Kuasai Minyak

Weny Firmansyah • 2026-01-04 10:05:13
Ilustrasi Cadangan minyak dunia dari berbagai negara, Venezuela paling banyak
Ilustrasi Cadangan minyak dunia dari berbagai negara, Venezuela paling banyak

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA— Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dinilai tidak sekadar operasi keamanan, melainkan bagian dari upaya strategis Washington untuk


menguasai cadangan minyak raksasa negara tersebut sekaligus mengirim pesan intimidatif ke seluruh kawasan Amerika Latin.


Pandangan itu disampaikan Dr. Vinicius Vieira, profesor madya bidang ekonomi dan hubungan internasional di Armando Alvares Penteado Foundation, kepada Sputnik.


Ia menilai pola serangan AS ini mengulang praktik imperialisme lama, sebagaimana terjadi ketika AS menggulingkan Manuel Noriega di Panama pada 1990.


“Amerika Serikat merebut kendali atas sumber daya alam negara-negara yang lebih lemah tanpa mengindahkan hukum internasional,” ujar Vieira.


Perebutan Minyak Jadi Motif Utama
Menurut Vieira, tujuan utama serangan tersebut adalah menguasai cadangan minyak Venezuela yang merupakan salah satu terbesar di dunia.


Meski berpotensi memicu perubahan rezim, ia menegaskan bahwa hasilnya tidak otomatis menghadirkan sistem demokrasi liberal ala Barat.


“Perubahan rezim mungkin terjadi, tetapi tidak selalu menghasilkan transisi menuju sistem demokrasi liberal,” kata dosen hubungan internasional di Getúlio Vargas Foundation, Brasil, tersebut.


Lebih jauh, AS dinilai sedang membangun narasi bahwa negara mana pun di Amerika Latin dapat menjadi target apabila Washington memutuskan ingin mengeksploitasi sumber daya alamnya.


Peran Marco Rubio dan Dampak Regional
Vieira menilai Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berperan signifikan dalam mendorong pendekatan keras terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.


Latar belakang politik Rubio di Florida disebut ikut membentuk pandangannya, di mana pemerintahan berhaluan kiri kerap dianggap sebagai ancaman.


Meski Rubio mungkin memperoleh keuntungan politik domestik, kebijakan agresif ini dinilai berisiko merusak kepentingan strategis AS di kawasan.


“Langkah ini justru dapat menjauhkan para pemimpin regional seperti Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva,” ujarnya.


*Amerika Latin dalam Tekanan*

Vieira mempertanyakan apakah AS akan menahan ambisi imperialisnya atau justru memperluas tekanan ke negara-negara besar Amerika Latin seperti Brasil dan Kolombia.


“Amerika Serikat tampaknya bertekad mewujudkan tujuannya dengan cara apa pun, bahkan jika harus mengorbankan nyawa dan secara terang-terangan melanggar hukum internasional,” tegasnya.

Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa stabilitas geopolitik Amerika Latin tengah berada dalam fase rapuh, di tengah rivalitas global dan meningkatnya intervensi kekuatan besar di kawasan tersebut.(*)

Editor : Weny Firmansyah
#Caracas #Ceposonline.com #venezuela #amerika serikat