Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Ini Rahasia Terungkapnya Tembok Kuno Raksasa Berusia 7.000 Tahun di Dasar Laut Prancis

Yohanes Palen • 2025-12-22 16:08:50
Penyelam menemui tembok di bawah laut di luar barat Perancis, kata saintis pada hari Khamis. - Foto Jurnal Antarabangsa Arkeologi Nautika (2025)
Penyelam menemui tembok di bawah laut di luar barat Perancis, kata saintis pada hari Khamis. - Foto Jurnal Antarabangsa Arkeologi Nautika (2025)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Tembok kuno raksasa yang diperkirakan berusia sekitar 7.000 tahun kini ditemukan di dasar laut lepas pantai Brittany, Prancis.

Menariknya, tembok kuno tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh penyelam.

Adapun panjang tembok raksasa tersebut lebih dari 120 meter, serta bangunan lain, yang diduga merupakan jejak pemukiman Neolitik yang tenggelam karena naiknya permukaan air laut.

Penemuan ini sekaligus memberikan wawasan baru tentang masyarakat pesisir kuno dan mungkin terkait dengan legenda kota hilang.

Selain itu penemuan ini memicu spekulasi besar, apakah ini bukti nyata dari peradaban kuno yang tenggelam?

Dikutip dari BBC News, dinding bawah laut ini ditemukan di wilayah Île de Sein, kawasan Brittany memiliki panjang lebih dari 120 meter (sekitar 400 kaki), struktur ini berada sembilan meter di bawah permukaan laut.

Tak hanya dinding, tim peneliti juga mengidentifikasi belasan bangunan buatan manusia lainnya dari periode yang sama.

Profesor arkeologi dari Universitas Brittany Barat, Yvan Pailler mengaku, betapa pentingnya temuan ini bagi sejarah manusia.

"Ini adalah penemuan yang sangat menarik yang membuka prospek baru untuk arkeologi bawah laut,"ucap Yvan Pailler kepada AFP.

Yvan Pailler juga mengungkapkan rahasia dari tembok raksasa tersebut yang tidak ditemukan secara tidak sengaja oleh penyelam.

Ia menyebutkan bahwa, rahasianya justru terungkap lewat teknologi laser pemetaan dasar laut yang dianalisis oleh ahli geologi pensiunan, Yves Fouquet, pada 2017.

Setelah bertahun-tahun direncanakan, eksplorasi langsung baru dilakukan antara 2022 hingga 2024.

Para penyelam terkejut saat menemukan bahwa dinding tersebut terbuat dari granit kokoh yang masih terawat dengan sangat baik.

"Para arkeolog tidak menyangka akan menemukan struktur yang terawat dengan baik di lingkungan yang begitu keras,"kata Fouquet.

Sementara itu studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Nautical Archaeology menyebutkan bahwa struktur ini dibangun antara tahun 5800 hingga 5300 SM. Pada masa itu, permukaan laut memang jauh lebih rendah dibandingkan sekarang.

Peneliti menduga dinding ini berfungsi sebagai perangkap ikan raksasa atau tembok perlindungan dari abrasi air laut.

Yang luar biasa, masyarakat saat itu sudah mampu memindahkan dan menyusun balok batu seberat beberapa ton.

Teknik ini bahkan sudah ada berabad-abad sebelum era pembangunan monumen batu besar (megalit) yang populer di Brittany.

Penemuan ini memberikan dimensi baru pada legenda lokal masyarakat Brittany tentang kota-kota yang hilang ditelan laut.

Salah satu kisah yang paling terkenal adalah legenda kota di Teluk Douarnenez yang lokasinya tak jauh dari situs penemuan ini.

Para peneliti percaya bahwa peristiwa naiknya permukaan laut yang menenggelamkan pemukiman canggih ini meninggalkan trauma mendalam bagi penduduknya.

"Kemungkinan besar, pengabaian wilayah yang dikembangkan oleh masyarakat yang sangat terstruktur telah mengakar kuat dalam ingatan masyarakat," tulis para peneliti dalam laporannya.

Mereka menambahkan bahwa peristiwa ini kemungkinan besar bertahan dalam cerita rakyat selama ribuan tahun sebagai "trauma kolektif".

Penemuan dinding granit ini menambah panjang daftar harta karun arkeologi di perairan Prancis, menyusul penemuan bangkai kapal dagang abad ke-16 di laut dalam sebelumnya.(*).

Editor : Agung Trihandono
#Ceposonline.com #Tembok kuno #prancis