Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

VIDEO: Perempuan Papua Ini Disanjung di Pertemuan Pemimpin Asia Pasifik

Gratianus Silas • 2025-06-23 14:44:00
Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination di Bali pada 16 - 17 Juni 2025.
Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination di Bali pada 16 - 17 Juni 2025.

CEPOSONLINE.COM – Ada yang menarik dari 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination yang digelar di Bali pada 16 –17 Juni 2025.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyanjung kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, pada event yang melibatkan pemimpin negara-negara di Asia Pasifik tersebut.

Tak heran, sebab perempuan Papua yang satu ini pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Papua Tengah.

Dengan demikian, Ribka dinilai memahami secara riil kondisi Papua, terutama dalam eliminasi malaria.

“Itu sebabnya Ibu Wamendagri di sini.”

“Karena before she was vice minister, she used to be a governor in one of the province in Papua (sebelum menjabat wakil menteri, beliau pernah menjabat sebagai gubernur di salah satu provinsi di Papua),” kata Menkes Budi.

So, she knows exactly, and she’s a woman. Woman itu very compassionate to save lives, kalau compare to man (Jadi, beliau tahu pasti, dan beliau adalah seorang perempuan, di mana perempuan itu penuh kasih sayang dan punya empati yang besar untuk menyelamatkan hidup banyak orang),” sambungnya lagi.

Berikut saksikan videonya di bawah ini:

Demikian, Menkes Budi berharap, dengan mengeliminasi 90 persen malaria di Papua, maka otomatis malaria di Indonesia juga dapat diselesaikan.

Dalam menindaklanjuti komitmen besar eliminasi malaria, Menkes Budi menyebutkan bahwa terdapat dua kerja sama yang disepakati.

“Pertama, kerja sama dengan seluruh gubernur Papua terkait program dan target untuk mengeliminasi Malaria di Papua hingga 2030.”

“Juga, kita mendandatangani aksi bersama dengan Papua New Guinea. Karena, Papua dan Papua New Guinea ini satu pulau, sehingga perlu ada komitmen bersama mengeliminasi penyebaran nyamuk Malaria.”

Adapun pertemuan tersebut membahas komitmen negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, terhadap eliminasi penyakit malaria yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

“Saya, atas nama Bapak Menteri Dalam Negeri, menyampaikan apresiasi kepada Bapak Menteri Kesehatan dan kepada negara-negara sahabat yang hadir dan telah menyampaikan komitmennya terhadap eliminasi malaria di Indonesia.”

“Kami juga memberikan apresiasi tinggi kepada provinsi-provinsi yang telah menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan atas keberhasilannya mencapai status bebas malaria,” ungkap Ribka Haluk.

Namun, di tengah capaian tersebut, Wamendagri secara tegas menyampaikan bahwa pekerjaan rumah besar yang masih harus dituntaskan adalah eliminasi malaria di kawasan Tanah Papua yang kini telah dimekarkan menjadi enam provinsi.

“Pekerjaan rumah besar kita saat ini adalah Tanah Papua dengan enam provinsinya.”

“Tadi Bapak Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa sekitar 93 persen dari total kasus malaria nasional berasal dari wilayah ini."

"Ini menjadi perhatian serius dan harus menjadi prioritas kerja pemerintah daerah ke depan,” tegasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#Ribka Haluk #Menteri kesehatan #papua #wakil menteri dalam negeri #Ceposonline.com #Jayapura #malaria #Budi Gunadi Sadikin #Asia Pacific Leaders Summit #Wamendagri #menkes