CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Menghilangnya serial animasi Doraemon dari layar kaca RCTI pada awal 2026 tak hanya memicu nostalgia, tapi juga membangkitkan kembali rasa penasaran publik terhadap kisah Nobita dan Shizuka yang tumbuh bersama penontonnya selama puluhan tahun.
Salah satu pertanyaan yang kembali ramai diperbincangkan adalah bagaimana sebenarnya akhir kisah cinta Nobita dan Shizuka?
Setelah mengudara selama kurang lebih 35 tahun di televisi nasional, Doraemon resmi tak lagi tercantum dalam jadwal tayang RCTI maupun platform RCTI+.
Hilangnya anime legendaris asal Jepang ini sejak akhir Desember 2025 menandai berakhirnya satu era tontonan akhir pekan keluarga Indonesia.
Namun di balik kabar pamitnya Doraemon, perhatian publik justru tertuju pada cerita klasik yang selalu mengiringi petualangan sang robot kucing biru.
Apalagi kalau bukan perasaan cinta sederhana Nobita Nobi kepada Shizuka Minamoto.
Awal Cinta Nobita dan Shizuka Sejak Bangku Sekolah
Dalam semesta Doraemon, Nobita dikenal sebagai anak laki-laki ceroboh, malas belajar, dan kerap menjadi sasaran Gian serta Suneo.
Namun satu hal yang konsisten sejak awal cerita adalah rasa sukanya kepada Shizuka, teman sekolah sekaligus tetangganya.
Perasaan itu tercermin dari berbagai adegan imajinasi Nobita tentang masa depan, termasuk bayangan menikah dengan Shizuka.
Ia juga sering menunjukkan kecemburuan saat Shizuka dekat dengan Dekisugi, murid pintar yang kerap menjadi lawan tak seimbang bagi Nobita.
Meski kerap dianggap sepihak, hubungan Nobita dan Shizuka sebenarnya sudah terjalin sejak kecil sebagai sahabat dekat, jauh sebelum mereka duduk di bangku sekolah dasar.
Shizuka Diam-Diam Menyimpan Perasaan
Fakta menarik terungkap dalam beberapa episode Doraemon yang jarang disadari penonton.
Salah satunya dalam episode “Nobita’s Three Visionary Swordsmen”, yang mengisyaratkan bahwa Shizuka juga memiliki perasaan terhadap Nobita.
Mengutip referensi dari Doraemon.fandom.com, Shizuka pernah bermimpi menjadi seorang putri yang menikah dengan Nobita sebagai Ksatria Perak.
Selain itu, Shizuka kerap menunjukkan empati dan kepedulian tulus kepada Nobita, sesuatu yang tidak ia tunjukkan kepada karakter lain.
Alasan Shizuka Mencintai Nobita
Ketertarikan Shizuka terhadap Nobita bukan karena prestasi atau kecerdasan.
Justru sebaliknya, kebaikan hati dan ketulusan Nobita menjadi alasan utama.
Shizuka sering membantu Nobita saat kesulitan, mulai dari menemani belajar, merawatnya ketika terluka, hingga membelanya saat diintimidasi.
Ia juga kerap mengundang Nobita ke rumah untuk mencicipi kue buatannya.
Meski demikian, Shizuka bukan sosok yang selalu memaklumi kesalahan Nobita.
Dalam banyak episode, Shizuka juga digambarkan tegas.
Ia tak segan marah saat Nobita bersikap tidak sopan, berkata kasar, atau insiden mengintip yang kerap menjadi konflik klasik Doraemon.
Beberapa kali Shizuka memilih menjauh atau mendiamkan Nobita sebagai bentuk penegasan sikap.
Namun konflik itu hampir selalu berakhir dengan rekonsiliasi, memperlihatkan dinamika hubungan yang realistis meski dikemas dalam cerita anak-anak.
Apakah Nobita dan Shizuka Benar-Benar Menikah?
Pertanyaan ini akhirnya terjawab dalam sejumlah episode masa depan dan diperkuat lewat film layar lebar.
Beberapa cuplikan masa depan memperlihatkan Nobita dan Shizuka menikah dan memiliki seorang anak bernama Nobisuke Nobi.
Meski sempat dianggap sekadar cerita selingan, kepastian hubungan mereka ditegaskan dalam film Stand by Me Doraemon 2 yang dirilis pada 2020.
Film tersebut menampilkan kisah menjelang pernikahan Nobita dan Shizuka, termasuk kegundahan Nobita yang kembali mengenang Doraemon.
Melalui perjalanan lintas waktu, Nobita bertemu mendiang neneknya yang ingin melihat cucunya menikah.
Momen inilah yang menguatkan tekad Nobita untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Happy Ending di Tengah Perpisahan Doraemon
Meski Doraemon kini tak lagi tayang di RCTI, penonton dan pecinta animasi asal Jepang itu sudah tak penasaran dengan kisah cinta Nobita dan Shizuka.
Karena merujuk pada Stand by Me Doraemon 2, kisah cinta mereka berakhir dengan happy ending
Kepergian Doraemon dari televisi nasional mungkin meninggalkan ruang kosong di akhir pekan, tapi kisah persahabatan dan cinta yang dibangunnya selama puluhan tahun akan terus hidup dalam ingatan lintas generasi.
Bagi banyak penonton, Doraemon bukan sekadar kartun, melainkan bagian dari masa kecil, lengkap dengan mimpi, tawa, dan harapan tentang masa depan. (*)
Editor : Weny Firmansyah