CEPOSONLINE.COM - Claresta Taufan sukses memerankan karakter Sartika dalam film Pangku.
Berperan sebagai ibu tunggal dengan sang anak sebagai sumber kekuatannya, Claresta berani keluar dari zona nyaman.
Kemampuan Claresta dibuktikan dengan menyabet Rising Star Award di Marie Claire Asia Star Awards, bagian dari Busan International Film Festival ke-30 (BIFF 2025).
Film debut penyutradaraan Reza Rahadian ini juga meraih empat penghargaan lainya dalam ajang BIFF 2025.
Yakni KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.
Dalam sesi wawancara bersama Claresta Taufan, tim ceposonline.com merangkum fakta-fakta unik saat proses syuting film Pangku.
1. Rela Tanning dan Naikin Berat Badan
Dalam film Pangku, Claresta Taufan memerankan karakter Sartika yakni seorang perempuan muda yang sedang hamil.
Claresta mengaku rela menaikan berat badan dan menggelapkan warna kulit demi perannya tersebut.
"Sebelumnya lengan aku agak kencang, jadi demi peran ini aku naikin berat badan sampai 7 kilogram".
"Aku juga tanning, menyesuaikan dengan karakter Sartika yang hidupnya di wilayah pesisir," lanjutnya.
Di kesempatan lain pun, Claresta pernah membagikan cerita bahwa ia dan Christine Hakim (karakter Ibu Maya) mengisi wktu di sela-sela syuting untuk berjemur di bawah sinar matahari demi karakter tersebut.
2. Diajari Merokok oleh Fedi Nuril
Fedi Nuril di film Pangku berperan sebagai Hadi, seorang sopir truk yang menjanjikan kebahagiaan pada Sartika.
Punya kisah romantis dengan Fedi Nuril, Clarista mengaku tidak ada kesulitan yang berarti meskipun terpaut usia 14 tahun.
"Umur bukan masalah. Aku malah dapat banyak masukan dari mas Fedi. Intinya dia sangat menyenangkan dan dad-jokes banget".
"Bahkan di film ini, ada scene aku merokok itu yang ajarin mas Fedi," tutupnya dengan tawa.
3. Sempat Starstruck
Beradu akting dengan aktris senior, Claresta sempat starstruck (rasa kagum terhadap orang-orang terkenal) saat pertama kali bertemu Christine Hakim.
"Ada banget starstruck-nya tapi baik sekali, dapat banyak pelajaran bukan hanya soal keaktoran tapi juga soal kehidupan".
Claresta juga mengakui ia dan sang bunda merupakan penggemar Christine Hakim.
"Untuk kemistri, nggak sulit sama sekali, mereka sangat terbuka dan ngasih banyak insight. Saya dan mama saya juga sudah ngefans dari lama", lanjutnya.
4. Unek-unek soal Reza Rahadian
Claresta juga membeberkan rasanya bekerja sama dengan Reza Rahadian sebagai sutradara.
"Kak Reza sangat professional dan perfeksionis, dan sebagai nahkoda dalam projek ini, menurutku sangat berhasil".
"Sejak hari pertama syuting, aku bisa merasakan kalau kak Reza sudah tahu film ini mau dibawa kemana, jadi jalan barengnya terasa enak dan mudah".
"Kalau soal pekerjaan, kak Reza tegas banget dan aku belajar banyak dari kak Reza", ungkapnya.
5. Kenapa Harus Nonton Pangku?
"Aku melihat film Pangku adalah film yang jujur, yang menceritakan realita, keadaan sebenernya di suatu daerah".
Claresta merasa banyak pelajaran yang bisa diambil.
Dari film ini juga, kita bisa melihat dan merasakan kehidupan dari sudut pandang seorang ibu.
"Aku jadi bersyukur dengan kehidupan yang aku punya dan jadi semakin sayang dengan ibu aku".
"Dari karakter Sartika juga aku belajar, perjuangan ibu itu besar sekali, baik yang kelihatan maupun nggak kelihatan", tutupnya. (*)
Editor : Gratianus Silas